www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Selasa, 26 Juli 2011

Bersihkan Dusta di Antara Kita

KONTROVERSI tak pernah lepas dari PSSI. Setelah berlikunya pergantian ketua umum di induk organisasi sepak bola di tanah air tersebut, kemudian dilanjutkan dengan pergantian pelatih di tim nasional , kini ada babak baru yang juga mengundang perhatian insan bola.
Dua penggawa Pasukan Garuda, julukan timnas Indonesia, Tony Sucipto dan Wahyu Wijiastanto, gagal berangkat ke Turkmenistan dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2014 pada 23 Juli lalu. Menyakitkannya, keduanya gagal berangkat bukan karena cedera atau pun kalah bersaing.
Tony, yang musim lalu membela Persija Jakarta, dan Tanto,sapaan karib pemain terbaik Divisi Utama 2010-2011, tak bisa mengenakan kostum Merah Putih karena alasan visa. Ha? Aneh juga karena keduanya bukan Warren Barton, pemain asal klub Newcastle Inggris yang tak bisa masuk ke Amerika Serikat (AS) dalam tur klubnya karena pernah bermasalah dengan hukum.
Aneh memang. Ada kabar yang menyebutkan bahwa keduanya tak bisa berangkat karena memang namanya sejak awal tak ada dalam daftar nama pemain yang dipersiapkan timnas. Ada benarnya memang.Apalagi pada Tanto.
Pemain yang pernah ditempa di Belanda saat persiapan Asian Games 2006 tersebut namanya memang baru mencuat belakang,Itu ketika gol tunggalnya mampu mengantarkan Laskar Sultan Agung, julukan Persiba, meraih juara Divisi Utama 2010-2011 sekaligus melengkapi tiket promosi ke Indonesia Super League (ISL) musim 2011-2012.
Publik pasti ingin tahu apa alasan sebenarnya tentang batalnya dua pemain yang punya kans sebagai starter tersebut membela Indonesia melawan Turkmenistan. Jika memang alas an visa, okelah. Tapi, kalau ada alasan lain, jangan sampai ditutup-tutupi. Jangan sampai ada dusta di antara kita.
Publik sepak bola Indonesia yang sudah mulai bisa melupakan carut marutnya pemilihan ketua umum PSSI, jangan sampai kembali kecewa. Kini, harapan tengah dilambungkan kepada perjuangan Firman Utina dkk.
Untuk lolos ke Piala Dunia memang sangat sulit. Tapi, tak salah rasanya kalau bisa memberikan kebanggaan kepada Pasukan Garuda. Kita tak mau selalu mendengar bahwa prestasi terbaik Indonesia adalah ‘nyaris’ lolos ke Piala Dunia 1986 saat Bambang Nurdiansyah dkk dijegal Korea Selatan (Korsel) di Jakarta dan Seoul pada 1985. 26 tahun adalah kurun waktu yang sudah lama, saatnya Garuda terbang tinggi. (*)

*Catatan ini dibuat pada 21 Juli 2011 di Surabaya

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com