www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Rabu, 27 Juli 2011

Semua Bersatu demi Merah Putih

STADION Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, lama vakum. Tapi, pada Kamis (28/7), stadion megah tersebut bakal berubah warna merah.
Puluhan ribu supporter akan datang guna memberikan dukungan kepada perjuangan Firman Utina dkk saat menghadapi Turkmenistan dalam ajang Pra-Piala Dunia 2014. Kemenangan akan membuat Indonesia melaju ke fase grup.
Memang, untuk bicara lolos masih jauh. Apalagi, para raksasa sepak bola Asia seperti Korea Selatan (Korsel), Jepang, Tiongkok, dan Arab Saudi tak mau melewatkannya begitu saja. Negara-negara tersebut sudah langganan menjadi peserta even yang diklaim terbesar di muka bumi tersebut.Belum lagi Australia. Negara termasuk baru bergabung di AFC (Federasi Sepak Bola Asia) tersebut mempunyai materi pemain dengan skill nomor wahid dan bermain di kompetisi Eropa.
Tapi, jangan pernah berpikir dulu ke sana. Yang ada saat ini, bagaimana Merah Putih bisa menyingkirkan Turkmenistan. Memang bukan pekerjaan mudah. Dalam rekor pertemuan selama tiga kali, belum ada yang unggul. Indonesia dan Turkmenistan sama-sama mengalahkan dalam Pra-Piala Dunia 2006 dan imbang saat leg pertama Pra-Piala Dunia 2014 pada 23 Juli lalu di Turkmenistan.
Ini membuat asmosfer pertandingan terasa panas. Kekuatan kedua tim berimbang. Hanya, Indonesia punya nilai plus. Dengan bermain di kandang, mental Firman dkk lebih terangkat berkat dukungan suporter.
Masih ingat dengan Piala AFF akhir tahun lalu. Tim yang saat itu dipoles Alfred Riedl bermain ngedan. Thailand, sang raja Asia Tenggara, dibuat terkapar di babak penyisihan. Malaysia dipermalukan di laga perdana. Sayang, di laga final, Indonesia takluk dari Malaysia dalam pertandingan yang memakai sistem home and away tersebut.
Namun, itu telah membangkitkan semangat suporter untuk kembali cinta kepada timnas. Perbedaan pun sudah dilupakan saat para suporter mendukung klubnya. Rivalitas Aremania, suporter Arema, dengan suporter Persebaya—suporter Persebaya dengan LA Mania, suporter Persela Lamongan,---atau pun Jakmania, suporter Persija Jakarta, dan Bobotoh, suporter Persib Bandung.
Yang ada hanya satu, memberikan dukungan kepada Indonesia. Tujuannya pun sama, ingin melihat Indonesia bisa berprestasi. Jika ini juga terjadi di klub, alangkah indahnya sepak bola di tanah air. Tidak ada lagi anarkis yang membuat masyarakat banyak yang memberikan cap negatif kepada suporter. (*)

*Catatan ini dibuat di Surabaya pada 27 Juli 2011

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com