www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Minggu, 31 Juli 2011

TAK ADA YANG MELARANG KITA BERMIMPI

INDONESIA melangkah ke babak III Pra-Piala Dunia 2014. Kemenangan 4-3 atas Turkmenistan di Jakarta pada 28 Juli membuat Firman Utina dkk lolos dengan agregate 5-4. Ini dikarenakan pada pertemuan pertama (23/7), Indonesia mampu menahan Turkmenistan di kandangnya sendiri dengan 1-1.
Meski lolos, tapi banyak catatan yang harus segera dibenahi pelatih Wim Rijsbergen asal Belanda. Menang 3-0 di babak I, eh Pasukan Garuda, julukan timnas Indonesia, nyaris memetik malu sebelum akhirnya bisa menang 4-3. Bahkan, Indonesia sempat leading 4-1. Dua gol yang bersarang di gawang Indonesia yang dikawal Ferry Rotinsulu pun lahir saat lawan hanya bermain dengan sepuluh pemain.
Ada anggapan lemahnya Indonesia setelah keluarnya sang kapten, Firman Utina. Tapi, sebenarnya, Indonesia juga bisa menang dengan lebih empat gol. Banyak peluang yang disia-siakan oleh Boaz Solossa maupun tandemnya, Christian Gonzalez. Wajar jika 80 ribu pasang mata pendukung Indonesia pun dipacu jantungnya hingga peluit panjang ditiup wasit. Satu gol lagi ke gawang Ferry bisa menghancurkan peluang lolos ke babak III yang sudah terbentang di depan mata.
Kini, laga melawan Turkmenistan sudah dilupakan. Tapi, dari pertandingan tersebut, timnas Indonesia harus mampu memetik banyak pelajaran berharga. Ini bisa dipakai untuk tamil pada babak III. Apalagi dari undian yang dilaksanakan pada Minggu dini hari WIB (31/7), Merah Putih akan menghadapi tiga tim timur tengah, Iran, Qatar, dan Bahrain di Grup E.
Indonesia
Dari ketiganya, Iran memang paling mentereng. Mereka pernah berlaga di tiga kali Piala Dunia, yakni 1978, 1998, dan 2006. Selain itu, tim yang kini ditangani mantan pelatih Portugal dan Real Madrid Carlos Queiroz tersebut pernah merasakan juara Asia pada 1968, 1972, dan 1976. Belum lagi materi pemainnya yang beberapa pernah menjajal kerasnya kompetisi Eropa seperti Ali Kharimi di Bayern Munich.
Hanya, kita tetap berharap, itu tak membuat timnas Indonesia keder. Semangat pantang menyerah dan dukungan ribuan suporter bisa membalikan prediksi yang tak mengunggulkan Indonesia. Tapi, pembenahan skill dan kerja sama pemain juga tetap memegang peranan utama.
Kita bisa melihat bahwa saat menghadapi Turkmenistan di Jakarta. Babak pertama, dengan stamina yang masih prima, Indonesia tampil dominan. Eh, begitu pertengahan babak kedua, stamina mulai kedodoran. Imbasnya, Turkmenistan nyaris memalukan Merah Putih.
Hal tersebut tentu tak boleh terjadi lagi. Ambisi menembus Piala Dunia boleh berkumandang kencang. Tapi, alangkah baiknya kalau kita juga mengukur kemampuan diri sendiri. (*)


Drawing Putaran III Pra-Piala Dunia 2014 Zona Asia:

Grup A
Tiongkok
Yordania
Iraq
Singapura

Grup B
Korea Selatan
Kuwait
Uni Emirat Arab
Lebanon

Grup C
Jepang
Uzbekistan
Syria
Korea Utara

Grup D
Australia
Arab Saudi
Oman
Thailand

Grup E
Iran
Qatar
Bahrain
Indonesia

Jadwal Indonesia di Babak III
2 September 2011 : Iran v Indonesia away
6 September 2011 : Indonesia v Bahrain home
11 Oktober 2011 : Indonesia v Qatar home
11 November 2011 : Qatar v Indonesia away
15 November 2011 : Indonesia v Iran home
29 Februari 2012 : Bahrain v Indonesia away

Catatan ini dibuat di Surabaya pada 31 Juli 2011

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com