www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Kamis, 28 Juli 2011

TIONGHOA JUGA CINTA SEPAK BOLA


DI dalam sepak bola, tidak mengenal perbedaan. Ras, golongan, atau pun suku dilupakan jika sudah bersatu dalam satu tim sepak bola. Semua mempunyai tujuan, meraih kemenangan tapi dengan tidak melupakan sportivitas.
Tapi, di Indonesia, untuk saat ini, mencari pesepak bola dari etnis Tionghoa butuh perjuangan ekstrakeras. Bisa jadi, hadirnya Kim Jeffry Kurniawan mampu menyambung rantai yang terputus tersebut.
Pemain asal Persema Malang tersebut memang mempunyai darah Tionghoa. Bahkan, kakek pemain yang kini tengah berjuang masuk timnas U-23 SEA Games 2011 tersebut juga pernah tercatat sebagai pesepak bola Indonesia di era 1960-an, yakni Kwee Hong Sing. Meski, masuknya dia ke timnas Indonesia melalui proses naturalisasi setelah sebelumnya berwarga negara Jerman.
Ya, pada era 1960-an, Indonesia memang banyak diperkuat pesepak bola Tionghoa. Nama Latif Harris Tanoto (LH Tanoto) layak di kedepankan. Kemampuannya mengolah bola dilanjutkan sang anak Wahyu Tanoto yang juga sempat tercatat membela Pasukan Garuda, julukan timnas Indonesia, pada era 1980-an.
Hanya, pada buku Tionghoa Surabaya Dalam Sepak Bola lebih fokus kepada perkembangan olahraga kulit bundar tersebut di Kota Pahlawan, julukan Surabaya. Di buku karangan Rojil Nugroho Bayu Aji ini disebutkan John Edgar merupakan orang yang mengawali pembentukan bond sepak bola di Surabaya. Dia mendirikan Victoria pada 1895.
Setelah itu, lahir pula Gymnastiek en Sportvereeniging Tionghoa Surabaya pada 1908 yang kemudian menjadi Naga Kuning dan Suryanaga. Hingga saat ini, Suryanaga masih eksis sampai sekarang dengan dikendalikan Michael Sanjaya.
Di Suryanaga saat ini ada pemain yang etnis Tionghoa yakni Suwito. Pemain asal Tuban ini menjadi bukti bahwa etnisnya tetap mencintai sepak bola. Suwito pun pernah tercatat sebagai pemain Persebaya Surabaya pada awal 2000-an. Sayang, dia tak bisa eksis dan akhirnya harus kembali ke klub amatir.
Kembali ke buku Tionghoa Surabaya Dalam Sepak Bola menarik juga karena bukan hanya bercerita soal sepak bola. Ada juga nuansa politik yang ada di dalamnya. Bagi penggemar sepak bola Indonesia, khususnya di Surabaya, buku Tionghoa Surabaya Dalam Sepak Bola perlu dibaca untuk menambah wawasan kita. (*)

Judul Buku: Tionghoa Surabaya Dalam Sepak Bola
Pengarang: Rojil Nugroho Bayu Aji
Pengantar: Freek Colombijn (Vrije University)
Penerbit: Ombak
Tebal: 128 halaman
Cetakan Pertama: 2010

Tulisan ini dibuat di Surabaya pada 28 Juli 2011. Tapi, penulis pernah menjadi pembicara dalam bedah bukunya di Surabaya di akhir 2010.

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com