www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Minggu, 07 Agustus 2011

BUKAN MASALAH GANTI NAMA

APALAH arti sebuah nama.Kalimat ini meluncur dari bibir sastrawan top dunia asal Inggris William Shakespeare. Tapi, bagi Deltamania nama merupakan hal yang sangat krusial.
Ini dipicu dari rencana pergantian nama Deltras (Delta Putra Sidoarjo). Nama Putra yang ada di tengah bakal diganti dengan nama Raya. Singkatannya memang tetap Deltras.
Kelihatannya memang sepele. Tapi, efeknya sangat luar biasa. Bagi Deltamania, arti putra menunjukkan bagi Deltras merupakan milik putra Sidoarjo bukan daerah lain.
Sementara, arti Raya bisa bermakna besar ataupun luas. Bisa jadi, setelah nama putra diganti raya bakal ada perubahan nama lagi. Apalagi, pada musim 2011-2012, The Lobster, julukan Deltras, bakal ganti pengelola. Bukan lagi dikelola keluarga Vigit Waluyo yang sudah dua musim menangani tim yang dulunya memang milik keluarga tersebut.
Pemkab Sidoarjo pun bukan lagi pemegang utama seperti Deltras sebelum dikelola Vigit. Konsorsium di luar Sidoarjo bakal menangani tim yang mencatat prestasi sebagai runner-up Divisi Utama musim 2009-2010 tersebut.
Ketakutan perubahan nama bisa juga menjadi awal kepindahan Deltras ke luar Kota Udang, julukan Sidoarjo. Ini berkaca dari Persijatim. Tim yang aslinya bernama Jakarta Timur di era perserikatan tersebut beberapa kali ganti nama sebelum akhirnya berlabuh ke Palembang dan menjadi Sriwijaya FC.
Metamorfosis Persijatim awalnya dari Persijatim Solo FC, Solo FC, hingga menjadi Sriwijaya. Tentu saja home base nya pun ikut berpindah. Dari Stadion Bea Cukai Jakarta Timur ke Stadion Manahan Solo hingga akhirnya menetap di Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang. Pengelolaannya pun kini telah menjadi milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel).
Ada lagi yang berubah-ubah nama dan tempat tetap kepemilikannya tak berganti. Tim kuat Pelita Jaya adalah buktinya. Lama memakai nama Pelita Jaya, pada 2000-2002 berubah menjadi Pelita Solo. Berada di Kota Bengawan tak lepas dari factor Danurwindo.
Mantan pelatih nasional tersebut lama di Solo dan tahu benar karakter masyarakat di sana. Ternyata, Solo bukan pelabuhan akhir klub milik keluarga Bakrie tersebut. Habis dari Solo, Pelita ke Cilegon dan merger dengan Krakatau Steel dan menjadikan namanya menjadi Pelita Krakatau Steel atau Pelita KS. Sayang, di Cilegon, pelita hanya bertahan empat tahun (2—2-2006). Dari Cilegon, Pelita pun berpindah kandang ke Purwakarta (2006-2007), kemudian di Kab Bandung menjadi Pelita Jabar (2008-2009) dan kini berganti lagi menjadi Pelita Jaya FC Karawang mulai 2010.
Hanya bedanya, Pelita belum memiliki ikatan yang kuat dengan suporter di daerah yang ditempati. Ini beda dengan Deltras. Kini, Deltamania pun berharap Deltras tetap bertahan di Sidoarjo. Bagi mereka, Deltras bukan hanya tim pujaan tapi juga denyut nadi kehidupan. (*)

*Catatan ini dibuat di Surabaya pada 7 Agustus 2011

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com