www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Minggu, 07 Agustus 2011

JANGAN MALU BELAJAR DARI KETERBATASAN URUGUAY

COPA America 2011 telah melahirkan juara baru. Uruguay ditahbiskan sebagai pemegang trofi even sepak bola negara-negara Amerika Selatan tersebut berkat kemenangan 3-0 atas Paraguay dalam laga final yang dilaksanakan di Brazil pada 24 Juli 2011.
Ini menjadi obat dahaga prestasi bagi Uruguay yang kali terakhir menjadi juara Copa America pada 1995 alias harus menunggu selama 16 tahun. Memang, pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan (Afsel), La Celeste, julukan timnas Uruguay, sukses menembus semifinal sebelum ditaklukkan
Jerman .
Harus diakui, Uruguay menjadi salah satu negara sepak bola. Selain pernah 16 kali memenangi Copa America, negara tersebut juga dua kali telah menjadi juara dunia yakni pada 1930 dan 1950.
Padahal, luas dan jumlah penduduk Uruguay tidak ada apa-apanya dengan Indonesia. Uruguay hanya mempunyai 176.215 km2 dan penduduknya saat ini ‘hanya’ 3.494.382 (sensus 2009). Jumlah jauh kalah dengan Jakarta ataupun Surabaya. Bahkan, dengan Solo, kota di Jawa Tengah (Jateng), jumlah penduduknya hampir sama.
Tapi, mengapa dalam urusan sepak bola, negara yang beribukota di Monteviedo tersebut bisa sukses? Kuncinya pada pembinaan dan kompetisi. Klub-klub di Uruguay tak lupa melakukan pengkaderan pemain muda. Bukan hanya itu, mereka pun diberi wadah untuk menyalurkan kemampuannya.
Ini membuat kemampuan dan mental bertanding para pemain mudanya benar-benar terasah. Dan, yang tak kalah utamanya, fairplay tetap dijunjung tinggi. Wajar jika prestasi Uruguay selalu berkesinambungan. Bintang-bintang baru pun selalu lahir dari sana. Era Enzo Fransescoli dilanjutkan era Diego Forlan, dan kini Uruguay mempunyai bintang baru pada Luis Suarez.
Rasanya, setelah era Suarez masih banyak pemain muda yang bakal mengharumkan nama Uruguay di pentas internasional. Jadi, rasanya tak salah PSSI di era Nurdin Halid mengirimkan para pemainnya ke sana. Tujuannya, tak lain dan tak bukan untuk meraih prestasi.
Tim ini pun lebih dikenal sebagai timnas SAD. Ini kependekan dari Socieded Anonima Deportiva secara harfiah berarti "Korporasi Olahraga" adalah kumpulan dari pemain-pemain sepak bola muda Indonesia dengan rata-rata kelahiran tahun 1992.
Pada 25 Januari 2008, para pemain muda berbakat Indonesia di kirim untuk berguru di Uruguay. Rencananya, SAD berguru selama 4 tahun dengan isu biaya pertahun 12,5 miliar. tim ini dilatih oleh warga negara Uruguay Cesar Payovich Perez dan asisten Jorge Anon.
Dengan materi pemain di atas SAD berada di posisi 19 pada akhir kompetisi dengan pertandingan yang dilakukan pada bulan Maret hingga Nopember 2008 dengan memainkan 23 pertandingan dengan 6 kemenangan dan 17 kekalahan dan yang menjadi juara Quinta Division yaitu "Danubio" tim tangguh Uruguay.
Tapi, setelah menjalani tahun pertama berguru di Uruguay tim kembali ke Indonesia dengan pelatih Cesar Payovich untuk menjalani masa rehat setelah berkompetisi, disaat para pemain menjalani masa rehat jajaran pelatih Cesar Payovich berkeliling Indonesia untuk mencari pemain berbakat lain yang dapat di bawah ke Uruguay untuk bekompetisi di tahun berikutnya.
Setelah melakukan seleksi pemain dari hasil pencarian di Indonesia dan pemantauan hasil kompetisi pada tahun pertama, tim SAD untuk tahun kedua pun terbentuk dengan beberapa pergantian pemain tahun pertama di gantikan oleh pemain hasil seleksi.berikut skuad pemain tahun kedua SAD.
Pada tahun kedua di Uruguay tim SAD dapat bercokol di puncak klasemen Torneo De Honor. Torneo De Honor sendiri merupakan putaran kedua dari kompetisi yang dijalani oleh SAD Indonesia. Pada putaran pertama, SAD tergabung bersama 11 tim lainnya di grup B. Dan, pada akhir putaran pertama berada di peringkat ketujuh.Karena berada di luar enam besar, Syamsir Alam dkk tergabung dengan lima tim di bawahnya bersama enam tim terbawah di grup A dalam turnamen Torneo De Honor. Sedangkan enam tim teratas di tiap grup lolos ke Torneo Clausura
Kita berharap agar ilmu dan pengalaman yang diterima di Uruguay bisa mengangkat kembali prestasi Indonesia. Janganlah kita sudah berpikiran negative dengan pengiriman tim ini. Jika si donator ikhlas uangnya untuk mencetak pemain muda, marilah kita hargai jeruh payahnya. (*)
Materi SAD Tahun I
Kiper: Alwi Syahrul Karim, Tri Windu Anggono, Dimas Galih Pratama.Bek: Taji Prashetio, Reza Inas Setiarachman, Yericho Christiantoko, Imam Agus Faisal, Reffa Arvindo Badherun Money, Sutanto, Ferdiansyah, Alfin Ismail Tuasalamony.Gelandang: Mochammad Zainal Haq, Ridwan Awaludin, Davitra, Feri Firmansyah, Finky Pasamba, Lutfi Hidayat, Ismail Marzuki, Mochammad Chairudin.Penyerang: Novri Setiawan, Alan Martha, Burhanudin Bayu Saputra, Yandi Sofyan Munawar, Sahlan Sodik, Syamsir Alam.

Materi SAD Tahun II
Kiper: Tri Windu Anggono, Dimas Galih, Beny Stya Yoewanto.
Bek: Yericho Christiantoko, Reffa Arvindo Badherun Money, Mokhamad Syaifudin, Sedek Sanaky, Alfin Tuasalamony, Ferdiansyah, Taji Prashetio, Imam Agus Faisal.
Gelandang: Mochamad Zainal Haq, Feri Firmansyah, Ismail Marzuki, Rizky Ahmad Sanjaya Pellu, Abdul Rahman Lestaluhu, Rinaldi Gunapradiptha, Ridwan Awaludin.
Penyerang: Sahlan Sodik, Vava Mario Yagalo, Syaiful Bachri Ohorella, Syamsir Alam, Alan Martha, Novri Setiawan, Yandi Sofyan Munawar.

Data Uruguay
Ibu kota:Montevideo
Bahasa: Spanyol
Kepala Pemerintahan: Presiden
Luas: 176.215 km2
Penduduk: 3.494.382 (sensus 2009)




Timnas Uruguay
Julukan: La Celeste
Pelatih: Oscar Tabarez
Kapten: Diego Lugano
Stadion: Estadio Centenario
Peringkat:
Tertinggi: 5 (Juli 2011)
Terendah: 54 (Desember 1998)
Prestasi:
Juara Dunia: 1930 dan 1950
Juara Copa America: 1916, 1917, 1920, 1923, 1924, 1926, 1935, 1942, 1956, 1959, 1967, 1983, 1987, 1995, 2011

*Tulisan ini dibuat di Surabaya pada 7 Agustus 2011

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com