www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Senin, 15 Agustus 2011

MANTAN PELATIH DELTRAS MUSTAQIM ENJOY DENGAN DUNIA BARU

Mustaqim dikenal lewat sepak bola. Karir sebagai pemain dan pelatih telah dilakoni dengan baik. Kini dia menekuni dunia yang jauh dari lapangan hijau.

Mustaqim tampil beda pada Rabu (10/8). Mantan penyerang nasional tersebut memakai helm pelindung kerja. Dia tampak serius mengawasi para pekerja yang menggarap alat berat di sebuah rumah di kawasan Sepanjang, Sidoarjo.
Tentu itu suatu hal yang aneh. Selama ini Mustaqim lebih sering terlihat memakai pakaian olahraga, sebagai pemain maupun pelatih. Beberapa tahun terakhir dia tidak mengawasi pemain, tetapi pekerja.
”Enam bulan ini saya melakoni pekerjaan itu. Saya jadi manajer teknik di PT Putra Utamatek yang bergerak di konstruksi dan mesin,” jelas lelaki kelahiran Surabaya, 6 September 1964, tersebut.
Mustaqim mengungkapkan awalnya tidak mengerti bidang baru yang ditekuni tersebut. Itu wajar. Sebab, hampir 30 tahun dia bergumul dengan sepak bola. Selain itu, dia bukan sarjana teknik, melainkan sarjana ilmu administrasi. ”Saya benar-benar nol. Kata-kata teknik pun, saya tidak tahu. Lambat laun, saya mengerti dan tahu apa artinya,” katanya.
Bahkan, dia kini dipercaya untuk menangani proyek di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Tentu itu dicapai setelah dia tidak lagi aktif di Delta Putra Sidoarjo (Deltras).
Mustaqim memang tidak menangani The Lobster –julukan Deltras– hingga akhir musim. Posisinya digantikan asistennya, Nus Yadera. Dia menolak bahwa pekerjaannya sekarang merupakan bentuk kekecewaannya kepada Deltras yang tidak kunjung menghargai jerih payahnya. Dia menyatakan enjoy dengan dunianya tersebut.
”Pasti ada pelajaran yang dipetik. Sekarang saya mau berkonsentrasi di pekerjaan sekarang,” terang lelaki yang sukses membawa Jawa Timur (Jatim) meraih emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2004 di Palembang itu.
Mustaqim terjun di bidang konstruksi dan mesin karena diajak rekan lamanya yang juga direktur di tempatnya bekerja sekarang, Andreas Ferdinand. Awalnya. Awalnya, dia juga tidak yakin bisa melakoni pekerjaan tersebut.
”Kami membutuhkan sosok Mustaqim sebagai leader di perusahaan. Dia biasa memimpin banyak orang. Khususnya para pemain. Untuk masalah teknis pekerjaan, lambat laun, Mustaqim pasti bisa. Saya yakin itu dan memang terbukti,” papar Andreas.
Kemampuan Mustaqim sebagai mantan bintang lapangan hijau nasional membuat para karyawan segan. Menurut Andreas, hal tersebut tidak bisa terwujud jika dirinya tidak memilih Mustaqim.
Meski Mustaqim bekerja di perusahaannya, Andreas tidak melarang jika suami Hesty Nurfarida tersebut kembali terjun di sepak bola. Hanya, dia berharap, klub yang ditangani Mustaqim nanti tidak jauh dari Surabaya.
”Mustaqim tidak bisa 100 persen meninggalkan sepak bola. Itu dunianya. Hanya, saya mengharapkan Mustaqim tetap bekerja dengan kami. Tenaganya juga kami butuhkan,” jelas Andreas. (*)

*Tulisan ini terbit di Harian Jawa Pos pada 15 Agustus 2011

Mustaqim bersama sang bos, Andreas Ferdinand, di tempatnya bekerja.

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com