www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Selasa, 23 Agustus 2011

MENEMBUS MARKAS BAYERN MUNCHEN

BAGI penggemar sepak bola, semua tahu Bayern Munchen. Klub tersebut merupakan klub raksasa dari Jerman.
Sejak kecil, Bayern merupakan klub pujaan saya. Di era 1980-an, nama Karl-Heinz Rummenigge jadi idola dari barisan pemain.
Wajar kalau saat mendengar saya ada tugas ke Munchen, tempat latihan Bayern menjadi bidikan saya. Setelah ke Stadion Olimpiade Munchen, stadion final Piala Dunia 1974, kemudian ke Stadion Allianz Arena, stadion pembukaan Piala Dunia 2006. Nah, setelah keduanya sudah, tempat latihan Bayern Munchen juga harus bisa datangi.
Tidak susah menanyakan lokasi di mana tim tersebut menempa diri. Apalagi, David, teman saya yang kebetulan bertemu di dekat Stasiun Munchen, juga tahu.
Dia hanya menunjukkan dengan apa saya bisa sampai ke sana. Nah, akhirnya kesempatan tersebut datang juga pada 30 Juni lalu.
Saya harus berangkat awal karena Sabaner, tempat latihan Munchen, agak jauh jika ditempuh dari stasiun kereta api terdekat.
Untung, warga Jerman tetap ramah seperti yang saya kenal dua hari di Munchen. Dengan tanya sana dan sini, saya pun sampai juga.
Saat itu, suasana masih sepi. Wajar karena latihan memang tengah libur. Para pemainnya banyak yang masih atau baru saja membela negaranya dalam Euro 2008 atau Piala Eropa 2008.
Para pemain Bayern yang membela timnas Jeman sorenya pun masih turun ke lapangan untuk menghadapi Spanyol di laga final di Wina, Austria. Meski masih sepi, tapi hati saya sudah berbunga-bunga bisa sampai ke sana.
Pintu masuk utama ke tempat latihan tertutup. Saya sempat kecewa. Untung, seseorang mengajak saya masuk.
Dengan percaya dirinya, dia langsung masuk. Ternyata di tas yang dibawanya, dia membawa bola. Saya heran juga. Akhirnya saya pun tahu, ternyata dia penggemar berat Bayern yang memang (maaf semoga saja tebakan saya benar) kurang waras. Kalau mengingat kejadian itu, saya masih sering tersenyum sendiri.
Oh ya, tempat latihan Bayern terdiri dari empat lapangan yang kualitas rumputnya sungguh jempolan. Saya juga mengetahui ada mes bagi pemain junior. Sayang, saya tak bisa berlama-lama di dalam karena petugas tempat latihan menyuruh saya keluar.
Saat berada di luar, saya sempat berbincang dengan penggemar berat Bayern yang tinggalnya juga di Sabener. Dia memberitahukan, besok (1/7/2008), bakal menjadi waktu latihan perdana Bayern dibawah komando pelatih baru Jurgen Klinsmann.
Saya sempat berjanji bakal datang lagi. Sayang, esoknya, saya batal datang karena takut terlambat sampai di Wina, Austria, tempat saya dan teman-teman berkumpul lagi setelah berpisah hampir sebulan meliput Euro 2008.
Penyesalan itu memang tak bisa dihapus. Tapi, paling tidak, saya sudah pernah datang dan masuk ke tempat latihan Bayern Munchen, klub idola saya sejak kecil bahkan hingga sekarang. (*)

*Tulisan ini dibuat di Surabaya pada 23 Agustus 2011

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com