www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Rabu, 03 Agustus 2011

MUSTAQIM, JAMINAN PRESTASI DI TANGAN


SIAPA tak kenal Mustaqim. Para penggemar sepak bola era 1980-an hingga pertengahan 1990-an pasti mengenal sosok tersebut.
Mustaqim menjadi jaminan tajamnya lini depan yang dibela. Dengan gerakannya yang gesit, banyak pemain belakang kesusahan mengawal lelaki kelahiran 6 September 1964 tersebut.
Karirnya mulai moncer saat membela Persebaya Surabaya. Di klub asal kota kelahirannya tersebut Mustaqim bertahan selama tiga tahun dari 1985-1988. Di klub berjuluk Green Force tersebut, kemampuannya benar-benar terasah. Apalagi, dia mendapat bimbingan dari penyerang senior, Syamsul Arifin. Ketelatenan Syamsul membuat Mustaqim menjelma menjadi Syamsul muda.
Bahkan, dia punya nilai plus dibandingkan sang mentor. Jika Syamsul hanya piawai di bola-bola atas, Mustaqim dibekali tembakan yang keras. Akselerasinya pun lebih gesit dibanding Syamsul.
Dengan usia yang masih muda, Mustaqim pun benar-benar menjadi idola suporter. Itu dijawabnya dengan mengantarkan Persebaya juara Perserikatan pada 1987. Bersama Persebaya pula, timnas Indonesia membukakan pintu kepadanya.
Dengan jiwa mudanya, Mustaqim pun ingin merasakan membela klub lain. Dia berhasrat mencicipi kompetisi yang lain, Galatama. Pada 1989, dia memutuskan hengkang ke Petrokimia Putra Gresik. Setelah itu, Assyabaab, Mitra Surabaya, dan Assyabaab Salim Group Surabaya (ASGS) pun mengandalkan Mustaqim sebagai penjebol gawang lawan.
Pada 1989, lelaki yang kini dikaruniai tiga anak tersebut ikut membela Pasukan Garuda, julukan timnas Indonesia, meraih perunggu di Malaysia. Hanya cedera yang membuat Mustaqim gagal mengenakan kaos Merah Putih dengan lambang garuda di dada.
“Saya selalu tampil fight baik latihan maupun pertandingan. Ini sangat penting agar kemampuan kita benar-benar terasah,” kata Mustaqim.
Setelah pensiun dari lapangan hijau pada 1996, Mustaqim tetap tak bisa lepas dari lapangan hijau. Dunia kepelatihan menjadi bidikannya. Persebaya yang ditangani Rusdy Bahalwan langsung memanggil suami Hesty Nurfarida itu menjadi asisten.
Dia pun tampaknya juga berjodoh dengan Rusdy. Saat Jatim mempersiapkan diri menghadapi PON 2000 di Surabaya, Rusdy kembali memakainya. Hasilnya, Jatim pun dibawanya meraih emas di kandang sekaligus melengkapi kesempurnaan menjadi juara umum multieven empat tahunan tersebut.
Keberhasilan ini membuat Mustaqim tak lama menganggur. Persela menjadi pelabuhan karir kepelatihannya. Persela pun dibawanya menjadi juara Divisi II sekaligus promosi ke Divisi I.
Sayang, di Laskar Joko Tingkir, julukan Persela, dia hanya satu tahun. Mustaqim terpaksa meninggalkan tim pujaan LA Mania itu. Ini dikarenakan dia mengemban amanat sebagai pelatih Jatim di PON 2004. Sejak 2002, dia sudah menjalankan tugasnya karena beban yang ringan. Mustaqim harus mampu mempertahankan emas yang sudah diraih Jatim sejak PON 1996.
“Butuh persiapan yang serius. Saya harus bisa melaksanakan amanat tersebut dan membuat Jatim tetap sebagai barometer sepak bola Indonesia,” tegas Mustaqim.
Hasilnya, kepercayaan ini sukses dijawabnya dengan emas. Kecerdikan Mustaqim meracik materi dan mengolah strategi membuat Jatim juara di Palembang, Sumatera Selatan (Sulsel).
Klub pun antre melamar Mustaqim. Tapi, kedekatannya dengan Persela membuat dia kembali. Setelah itu, klub asal Kalimantan Timur (Kaltim), Mitra Kutai Kartanegara (Kukar), melamarnya. Mitra diantarkannya merasakan Divisi Utama.
Gresik United pun tertarik memakainya. Tangan dinginnya membuat GU bertahan di Divisi Utama meski materi pemain bukan pilihannya karena Mustaqim baru bekerja di tengah jalan menggantikan pelatih lain yang dianggap gagal.
Ini pula yang membuat Mitra menarik kembali Mustaqim dan juga Delta Putra Sidoarjo (Deltras) pada musim 2010-2011. Cobaan di dua klub itu tetap melunturkan dedikasi dan nama besarnya.
“Sampai kapan pun saya tetap cinta sepak bola,” ucap Mustaqim. (*)


Biodata:

Nama: Mustaqim
Lahir: Surabaya, 6 September 1964
Istri: Hesty Nurfarida

Anak:
-Mizan Zano Ramadhan
-Sifana Zana Masyitha
-Fauzan Syaikhul Islam
Alamat: Jl. Rungkut Asri Utara VII/17 Surabaya
Lisensi Pelatih: A AFC (Asian Football Confederation)

Karir Pemain:
-Persebaya Surabaya 1985-1988
-Petrokimia Putra Gresik 1989-1990
-Assyabaab 1990-1991
-Mitra Surabaya 1991-1994
-Assyabaab Salim Group (ASGS) 1995-1996
-Tim Nasional 1986-1992

Prestasi pemain:
-Mengantarkan Jatim Juara Di Piala Pemuda 1984
-Bersama Persebaya Juara pada 1987
-Pencetak Gol Terbanyak Bersama Assyabaab di Divisi I 1990
-Meraih Perunggu bersama Timnas Di SEA Games Malaysia 1989

Karir Pelatih:
-Asisten Pelatih Persebaya 1997-1999
-Asisten Pelatih Tim Jatim PON XV Surabaya 2000
-Pelatih Siwo Jatim Porwanas Banjarmasin 2001
-Pelatih Persela Lamongan 2000-2001
-Pelatih Tim Jatim PON XVI Palembang 2002-2004
-Pelatih Timnas U-12 2004
-Pelatih Persela 2005 .
-Pelatih Gresik United 2006
-Mitra Kukar 2007
-PKT 2008/2009
-Mitra Kukar 2009/2010
-Deltras 2010/2011

Prestasi pelatih:
-Meraih Medali Emas Bersama Jatim dalam PON XV Surabaya 2000 dan PON XVI Palembang 2004
-Mengantarkan Persela Lamongan Juara Divisi II 2000
-Meloloskan Mitra Kukar Ke Divisi Utama 2007

*Catatan ini dibuat di Surabaya pada 3 Agustus 2011

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com