www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Senin, 08 Agustus 2011

SELAMAT JALAN RUSDY

MINGGU malam (7/8), suasana Surabaya tak jauh beda. Panas dan lalu lintas di jalan tetap ramai meski bintang dan bulan sudah muncul di langit yang terang.
Para penggemar sepak bola di Kota Pahlawan, julukan Surabaya, banyak yang mash membicarakan pertandingan Community Shield antara Manchester United dan Manchester City yang baru aja berlaga di Stadion New Wembley, London. Ya, even tersebut memang mempertemukan juara Piala FA dan Premier League di Inggris. Hasilnya,Setan Merah, julukan Manchester United, menang dengan skor 3-2 meski sempat tertinggal 0-2 pada babak pertama.
Tapi,pembicaraan tersebut tiba-tiba berubah. Di jejaring social, pembahasan beralih kepada sosok Rusdy Bahalwan. Mantan bintang lapangan hijau dan pelatih Persebaya Surabaya tersebut menghembuskan nafas terakhir pada pukul 22.30 di kediamannya di Rungkut.
Sontak, insan bola Surabaya menjadi berduka. Bagi mereka, Rusdy bak pahlawan yang terlalu berat meninggalkan mereka. Meski, mereka sudah mengetahui pria berusia 64 tahun tersebut sudah tujuh tahun lebih tergolek lemas karena penyakit yang diderita.
Tak pernah habis para insane bola Surabaya, bahkan nasional, mendoakan agar Rusdy diberi keajaiban untuk bisa sembuh. Harus diakui, Rusdy tak bisa dilepaskan begitu saja. Hidupnya banyak tercurah untuk sepak bola di kota kelahirannya tersebut.
Sebagai pemain, dia telah mengharumkan Surabaya dengan menjadi bek kiri andalan Persebaya. Sebagai pelatih, dia pun jadi panutan anak asuhnya. Banyak mantan anak asuhnya yang selalu mengidolakan Rusdy dan meniru gaya kepelatihannya.
“Saya banyak belajar dari Pak Rusdy. Dalam melatih, saya pun banyak terinspirasi dari beliau,” kata Ibnu saat ditemui dua hari sebelum pelatihnya tersebut berpulang.
Baginya, melatih seperti halnya membina anak di rumah. Rusdy pun juga demikian. “Pak Rusdy selalu mengingatkan kepada pemain jika ada yang salah,” kenangnya.
Rusdy pun juga tak pernah mau melepaskan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. SaatPersebaya compang-camping pada 2002, dia masih bersedia menangani. Padahal, kondisi tim sudah kurang kondusif. Bersama duet abadinya, Soebdoro, dia ingin kembali membangkitkan tim lamanya. Sayang, Persebaya tetap degradasi. Tapi, itu tetap tak melunturkan nama Rusdy seperti halnya misteri sepak bola gajah. Semua tetap menganggap Rusdy tak bersalah.
Saya pun sempat menyaksikan keteguhan beliau dalam melawan sakit yang dialami. Rusdy pernah datang saat pertandingan tim yang telah membesarkannya, Assayabaab. Dia juga beberapa kali datang ke Gelora 10 Nopember dalam pertandingan amal untuk dirinya.
Kini, sang tegar yang telah jadi legenda sepak bola Indonesia dan Surabaya tersebut telah berpulang. Selamat jalan Rusdy. (*)

Biodata:
Nama: Drs. Rusdy Bahalwan M.Si
Lahir : Surabaya, 7 Juni 1947
Orangtua : Ali Bahalwan/Rugayat
Istri : dr. Ramadhani M.Kes
Menikah : 2 Desember 1979
Anak : Irfan Bahalwan, 28 th
Khaira Imandina Bahalwan, 25 th
Ikhwannurdin Bahalwan, 22 th
Prestasi Pemain : Tim Nasional 1972-1975
Juara Pesta Sukan Singapura 1972
Runner-up kompetisi Perserikatan 1975 (Persebaya)
Juara Kompetisi Perserikatan 1977 (Persebaya)
Prestasi Pelatih : Juara Kompetisi Divisi I 1986 (Asyabaab)
Runner-up Kompetisi Perserikatan 1987 (Persebaya)
Runner-up PON XII/1989 (sepak bola Jatim)
Enam besar Ligina 1995 (Assyabaab SGS)
Juara PON XIV/1996 (sepak bola Jatim)
Juara Ligina 1997 (Persebaya)
Runner up Ligina V/998/1999 (Persebaya)
Pendidikan : SMA Negeri 6 Surabaya, lulus 1966
Fakultas Ekonomi Unair, 1967
Sarjana FIA Untag Surabaya, 1989
Magister Ilmu Pemerintahan Untag, 2003

*Tulisan ini dibuat di Surabaya pada 8 Agustus 2011

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com