www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Minggu, 21 Agustus 2011

SOEPANGAT, LEGENDA DARI STADION TAMBAKSARI



KENALKAH Anda dengan Soepangat? Jika Anda sering dating ke Gelora 10 Nopember, Surabaya, untuk menyaksikan Persebaya Surabaya bertanding, tentu sangat kenal. Bahkan, ada yang lebih kenal. Tapi, bukan dalam hal sosoknya tapi suaranya.
Wajar itu. Soepangat merupakan pembawa acara setiap kali Green Force, julukan Persebaya, turun ke lapangan. “Profesi ini sudah saya jalani sejak 1973. Jadi, sudah banyak orang yang hafal dengan suara saya,” kata Soepangat saat diteemui di Mes Persebaya, Karanggayan, Surabaya,pada 18 Agustus 2011.
Perkenalannya dengan pembawa acara pertandingan Persebaya tak lepas dari pekerjaannya sebagai penyiar sepak bola di Radio Gelora Surabayaa (RGS). Lokasi tempatnya bekerja pun juga berada di Gelora 10 Nopember yang menjadi kandang Persebaya. “Kerja di RGS pun dulunya iseng-iseng saja karena saya belum dapat pekerjaan setelah lulus SMA,” kenang lelaki yang kini berusia 61 tahun tersebut.
Ya, Soepangat lulus SMA pada 1969. Keterbatasan dana membuat dia tak bisa melanjutkan menuntut ilmu lebih tinggi atau kuliah. Dia sempat melamar k sebuah perusahaan penerbangan yang membuka lowongan pramugara. “Say abaca lowongan itu saat jalan-jalan di Tunjungan. Saya kemudian tertarik melamarnya. Itu kali pertama dan terakhir saya melban amar pekerjaan. Saya tunggu lama pun tidak ada jawaban soal lamaran saya itu,” kenangnya.
Dia pun sempat bekerja serabutan. Hingga akhirnya, dia main ke RGS yang letaknya tak jauh dari rumahnya.
“Saya hanya main-main.Ini membuat saya akrab dengan orang-orang RGS. Mereka pun sering meminta tolong saya untuk membantu setiap kegiatan RGS,”jelas Soepangat.
Bahkan, dia pun mulai disuruh untuk membantu dalam hal menyiarkan program RGS. Gara-garanya pun unik. “Penyiar RGS kan banyak yang pacaran. Pas kalau pacaran, saya disuruh untuk menggantikan mereka pada 1971,” lanjutnya sambil terkekeh.
Lama kelamaan, Soepangat pun disuruh untuk mengudara. Ini membuat dia mulai percaya diri membawakan acara. “Saat menggantikan Nung yang pindah kerja. Tapi, saya lupa pertandingan pertama yang saya siarkan,” ucap Soepangat.
Hanya, dia mengaku tak grogi. Alasannya, dia sudah biasa melakukannya di RGS. Apalagi, dia juga sudah biasa menghadapi banyak orang.”Saya kan bukan hanya siaran sepak bola. Tinju dan balap motor pun saya jalani.”
Selama puluhan tahun pula dia tak pernah punya takut jika sudah memegang mike di Gelora 10 Nopember. Termasuk juga duel panas derby Jatim antara Persebaya versus Arema.”Selama saya jadi pembawa acara ada 4 pertandingan yang ricuh di Gelora 10 Nopember. Semuanya terjadi saat kompetisi sudah memasuki era Liga Indonesia, bukan di zaman perserikatan atau Galatama,” ungkap suami dari Pudjiatmi ini.
Soepangat pun menegaskan tak pernah menganggap enteng pertandingan. Meski pun, lawan yang dihadapi Persebaya tim yang tak diunggulkan menang. “Karakter tiap pertandingan beda. Saya selalu serius dalam membawakan acara dan bisa mengarahkan penonton agar selalu tertib,” lanjut Soepangat.
Meski sudah ratusan bahkan ribuan pertandingan yang dibawakannya di Gelora 10 Nopember, tapi dia mengaku kesan mendalamnya terjadi bukan di stadion yang juga dikenal sebagai Stadion Tambaksari tersebut.Dia mengalaminya saat ikut rombongan Persebaya di Thailand dalam pertandingan Liga Champions Asia melawan wakil Thailand Krung Thai Bank.
“Itu terjadi pada 2005. Saya menyiarkan langsung pertandingan Persebaya dari luar negeri untuk kali pertama,” tambah bapak tiga anak tersebut.
Menariknya, dia menyiarkan secara langsung laga tim pujaan Bonekmania tersebut melalui handphone. Mekanismenya pun berbeda dengan biasanya.”Saya pinjam HP yang dibawa para pendukung Persebaya yang ikut ke Thailand saat itu. Tiap lima menit, saya ganti HP agar tak terputus siarannya,” ungkap Soepangat.
Dia mengaku siaran langsungnya melalui HP tersebut diikuti oleh para suporter Persebaya.Sekarang, meski sudah 38 tahun menyiarkan pertandingan Persebaya, Soepangat belum mau memutuskan pensiun. Dia tetap ingin bisa memberikan sumbangsihnya kepada tim pujaannya tersebut hingga tak lagi dibutuhkan lagi.
“Saya masih kuat,” tegasnya.
Soepangat pun belum tahu siapa penggantinya kelak. Apalagi, belum ada orang yang belajar langsung kepadanya untuk bisa membawakan pertandingan Persebaya yang selalu heroik. (*)


BIODATA:
Nama: Soepangat
Lahir: Surabaya 5 Mei 1950
Istri: Pudjiatni
Anak:
Dhanny Zally Nursandi
Aditwin Suryawan
Deka Okttriscorin
Karir organisasi :
1973-..: Pembawa acara pertandingan sepak bola dan reporter Radion Gelora Surabaya (RGS)
1978-1982: Wakil Humas Persebaya
1982…: Humas Persebaya

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com