www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Sabtu, 24 September 2011

Muhtar, Sosok di Balik Logo Wong Mangap

SEHAT: Muhtar yang akrab disapa Mister
APA yang Anda selalu ingat dari Persebaya Surabaya? Tim sepak bolanya yang termasuk legendaris Indonesia, tim sepak bola asal Kota Pahlawan, atau bisa juga tim sepak bola yang mempunyai pendukung fanatic yang lebih dikenal dengan nama Bonek atau Bondo Nekat (modal nekat).
Tiga jawaban tersebut tidak salah. Tapi, kalau Anda menyebut tim sepak bola yang mempunyai logo orang berteriak, ini yang paling menarik dan jarang orang menjawabnya. Memang, Persebaya merupakan klub yang kali pertama memakai logo.
Tapi, tahukan Anda siapa yang kali pertama membuat logo yang sudah tersebar dan tertempel di kaos-kaos pendukung Persebaya tersebut. Tentu banyak yang tak tahu karena memang jarang dipopulerkan.
Yang kali pertama membuat logo wong mangap tersebut adalah Muhtar atau yang akrab disapa Mister. Sebenarnya tak susah mencari sosoknya. Setiap Selasa pagi dia selalu berlatih sepak bola di Lapangan Bungurasih atau yang akrab disebut Lapangan Mahmil karena letaknya di belakang Mahmil atau Mahkamah Militer. Sementara, kalau Kamis pagi, lelaki yang sudah berusia 55 tahun tersebut berada di Lapangan Menanggal untuk mencari keringat di Askring (Asal Keringeten, klub sepak bola yang pemainnya merupakan karyawan Jawa Pos).
Saat ini bermain bola di pagi hari merupakan salah satu kegiatannya setelah pensiun dari Jawa Pos. Sebagai pemain yang sudah tidak muda lagi, Mister termasuk pemain bagus. Umpan-umpannya dari sisi kanan sering berbuah gol. Bahkan, tak jarang, dia ikut menyumbang gol buat timnya.
Baginya, sepak bola merupakan hobi yang tak bisa ditinggalkannya.Itu pula yang membuat dia begitu pas menggambarkan sosok orang yang menjadi logo Persebaya saat ditugaskan membuatnya pada 1987.
Dia hnya diberi gambaran bahwa logo tersebut menunjukkan semangat arek Suroboyo yang tak kenal menyerah, berani, dan punya jiwa pahlawan. Sebagai orang grafis, Mister tak butuh waktu lama untuk merealisasikan perintah tersebut. Apalagi, sebagai pendukung setia Persebaya, dia juga ingin klub pujaannya tersebut mempunyai logo yang bisa mempengaruhi penampilan pemain di lapangan juga.
Akhirnya, dia menemukan sosok orang yang berteriak dengan rambut gondrong serta tali pengikat kepala. Besoknya logo tersebut muncul di Koran dan dia langsung mendapat respons positif.
Memang, diperjalanannya, logo tersebut mengalami penyempurnaan dari Boediono, rekannya sekantor, hingga menjadi seperti sekarang ini. Tapi, bagaimanapun, Mister tetap yang pertama.
Dia pun berharap hasil karyanya tersebut terus dipakai dan menjadi identik dengan Persebaya. Meski,supporter tak harus mengenal siapa sosok Mister. (*)

Tulisan ini dibuat di Sidoarjo pada 23 September 2011

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com