www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Sabtu, 24 September 2011

Satu Wilayah... Dua Wilayah... Satu Wilayah...

SATU wilayah..dua wilayah …satu wilayah..dua wilayah. Ini bukan suara cicak yang menempel di dinding. Tapi, ini suara kebimbangan PSSI dalam hal memutuskan format kompetisi pada musim 2011-2012.
Awalnya, kompetisi di level tertinggi dalam kancah sepak bola Indonesia memakai format satu wilayah dengan nama Indonesia Super League (ISL). Piramida teratas tersebut telah bergulir sejak musim 2008-2009. Di musim pertama, Persipura Jayapura ditahbiskan sebagai juara, kemudian 2009-2010 trofi ISL jatuh ke tangan Arema dan pada musim 2010-2011, Mutiara Hitam, julukan Persipura, menjadi yang terkuat.
Hanya, ada yang special pada musim 2010-2011 ini. Semula, kompetisi yang diikuti 18 klub tersebut menyusut menjadi 15. Itu setekah PSM Makassar, Persibo Bojonegoro,dan Persema Malang menyeberang ke Liga Primer Indonesia (LPI), kompetisi tandingan yang digagas oleh sebuah konsorsium bentukan pengusaha Arifin Panigoro.
Kini, musim 2011-2012 pun sudah siap digelarkan. Hanya, ada masalah yang harus dituntaskan PSSI yang kini dinakhodai Djohar Arifin Husin. Format satu wilayah yang sudah mapan sempat diombang-ambingkan dengan bakal hadirnya format dua wilayah.
Pesertanya pun ikut membengkak. Bukan lagi 18 tapi menjadi 32 klub!. Kompetisi yang sudah lama bergulir seakana tak diakui lagi. Banyak yang bilang, ini kompetisi balas budi kepada klub-klub yang mendukung Djohar menjadi ketua umum menggantikan Nurdin Halid, yang sudah dua kali berkuasa demgan minim prestasi.
Tapi, harusnya diingat, kompetisi yang bergulir selama ini lahir dari persaingan yang menjunjung tinggi fairplay, bukan dari sebuah niatan balas budi. Beberapa klub yang di musim lalu terdegradasi ke level yang lebih bawah eh malah diletakkan di level teratas. Dengan alasan ini, itu.
Untung, rencana format kompetisi ini batal lagi. PSSI memutuskan kembali ke satu wilayah. Hanya, pesertanya tak sama dengan musim sebelumnya, yakni 18 klub, tapi menjadi 24 klub. Tiga klub yang sempat mundur dari ISL diberi kesempatan kembali. Padahal, seharusnya, PSM, Persibo, ataupun Persema minimal harus berada di level II atau Divisi Utama karena dianggap absen di musim sebelumnya. Bahkan, lebih tragis lagi, karena sesuai keputusan PSSI dalam kongresnya di Bali,ketiganya diturunkan ke Divisi I.
Tentu, saja, polemic belum berakhir. Format kompetisi pun belum resmi diputuskan. Hanya, alangkah bijaknya kalau kembali ke format yang lama. ISL tetap sebagai puncak piramida kompetisi. Kita hargai kompetisi yang musim lalu telah bergulir yang menghabiskan dana yang tidak sedikit dan juga berdarah-darah. (*)

Tulisan ini dibuat di Sidoarjo pada 23 September 2011

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com