www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Sabtu, 10 September 2011

Si Mungil dengan Talenta Tinggi

KORBANKAN SEKOLAH: Rendi Irwan

POSTUR pemain sepak bola biasanya tinggi besar. Di lingkup Indonesia, minimal tinggi 170 centimeter akan membuat klub melirik kepadanya.
Tapi, Rendi Irwan masuk perkecualian. Gelandang Persebaya 1927 ini ‘hanya’ mempunyai tinggi 160 sentimeter. Tapi, jangan pernah memandang kekurangannya tersebut. Di antara semua pemain asal Kota Pahlawan tersebut, Rendi merupakan pemain yang dikaruniai skill jempolan.
Wajar kalau Persebaya 1927, kita menyebutkan begitu karena ada dua Persebaya.Satunya lagi Persebaya Divisi Utama, tak ingin melepasnya. Bersama Taufik dan Andik Vermansyah, ketiganya menjadi trio andalan tim yang di awal musim ditangani Aji Santoso tersebut.
Menariknya,Rendi, Taufik, dan Andik sama-sama mungil. Taufik yang paling tinggi karena mempunyai tinggi 163 sentimeter. Sementara, Rendi dan Andik tak jauh beda.
Meski mungil,. tapi perpaduan ketiganya membuat Persebaya 1927 merajai Liga Primer Indonesia (LPI), liga tandingan yang sempat menjadi seteru liga bikinan PSSI. Bahkan, Persebaya 1927 mampu menjadi juara paro musim LPI. Sebelum akhirnya kompetisi tersebut tak dilanjutkan lagi.
Membawa tim yang dibelanya meraih prestasi juga bukan hal yang aneh buat Rendi. Saat membela Jawa Timur di PON 2008, provinsi paling timur Pulau Jawa tersebut diantarkannya meraih emas. Di sini pulalah, dia mulai dikenal sebagai pemain bertalenta tinggi. Selain itu pula, di PON pulalah, Rendi mulai dekat dengan pelatih Aji Santoso.
Faktor Aji pula yang membuat Rendi mau ke Persebaya 1927. Sebelumnya, Rendi sempat melanglang ke Metro FC Kab Malang, Gresik United, hingga Mitra Kutai Kartanegara (Kukar). Di semua tim yang dibelanya, Rendi selalu menjadi pemain inti dan nyawa permaian tim.
Tak jarang, dia menjadi pemecah kebuntuan saat para penyerangnya mandul. Rendi sendiri beryukur berkembang di lingkungan sepak bola. Selatan rumahnya merupakan tempat mantan gelandang Persebaya dan timnas Uston Nawawi.
Uston pula yang menjadi motivator baginya untuk serius menekuni olahraga si kulit bundar. Pemain asal Desa Klagen, Wilayut, Sukodono, Sidoarjo, tersebut mulai mengenal sepak bola sejak usia 10 tahun. Dia bergabung dengan SSB Kelud Putra yang latihannya tak jauh dari rumahnya.
Pelatih yang kali pertama menanganinya adalah Wahyu Suhantyo, ayah Lucky Wahyu yang juga juga pemain Persebaya 1927. Rendi bergabung bersama Kelud Putra. Setelah itu, dia membela Mitra Surabaya yang dipoles Eko Prayogo. Habis dari Mitra, karir Rendi makin moncer dan mulai dilirik Persebaya Surabaya Junior. Setelah itu, Rendi pun mulai merambah sepak bola professional.
Sayang di saat karir sepak bolanya menjulang, studi Rendi tak bisa berjalan beriringan. Kuliahnya di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) tak sampai selesai. Tapi, Rendi masih menyimpan keinginan agar dia bisa bergelar sarjana guna membahagiakan kedua orang tuanya. (*)

Data Diri:
Nama: Rendi Irwan Saputra
Usia: 24 Tahun
Posisi: Tengah
Klub: Putra Kelud, Mitra Surabaya, Persebaya Junior, PSBK, PON Jatim, Metro FC Kab Malang, Gresik United, Mitra Kukar, Persebaya 1927

Tulisan ini dibuat di Sidoarjo pada 9 September 2011

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com