www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Kamis, 15 Desember 2011

KLB OH KLB……

NURDIN Halid sudah berkuasa dua kali periode. Kuku kekuasaannnya pun begitu dalam. Pria asal Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), tersebut menancap hingga ke daerah-daerah dalam hal ini pengcab atau pengurus cabang dan klub Divisi III.
Wajar, kalau Nurdin begitu susah digantikan. Beberapa sosok yang coba menggoyangnya pun tak kuasa dan akhirnya hilang dengan sendirinya tergerus zaman. Bahkan, pada 2011 ini, tak ada yang menyangka dia tak bisa lagi duduk di kursi empuknya di Senayan, Jakarta.
Wajar karena kasus hukum yang membuat dia harus meringkuk di penjara pun juga tidak bisa melengserkan mantan manajer PSM Makassar tersebut. Tapi, seiring keberanian beberapa sosok yang sudah muak dengan segala tingkah polah Nurdin dan antek-anteknya, mosi tak percaya pun bergulir. Selain memakai pemilik suara, mereka juga memakai Liga Primer Indonesia (LPI) guna menggoyahkan Nurdin. Masyarakat pun memberikan simpati.
Hingga akhirnya, desakan Kongres Luar Biasa (KLB) pun sukses. Kongres tahunan yang seharusnya memilih Nurdin lagi menjadi ajang yang sebaliknya.
Para pemilik suara banyak yang menginginkan Nurdin diganti. Dia pun tak bisa maju dan digantikan oleh Djohar Arifin Husin.
Sayang, tak sama dengan Nurdin yang sudah lama merasakan manisnya kekuasaan, Djohar pun kembali digoyang. Isu dari boneka Jenggala, sebutan untuk pendukung LPI, hingga plin-plan membuat suara keras menyerukan profesor asal Medan tersebut lengser.
Tentu jalan yang ditempuh sama dengan cara menggulingkan Nurdin, yakni KLB. Pemilik suara pun kembali dikumpulkan.
Ini membuat sepak bola Indonesia pun kembali memanas. Ternyata, KLB memang lagi laris. Tinggal tunggu waktu, akankan Djohar mengikuti jejak Nurdin. Menarik kita simak hingga akhir. (*)

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com