www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Rabu, 21 Maret 2012

Hong Widodo, Legenda Bola dari Solo


WAJAHNYA sudah mulai berkeriput. Dengan rokok di tangan, lelaki itu melihat dengan jeli setiap langkah dan aliran bola saat Persebaya Surabaya menjamu Persis Solo di Gelora 10 Nopember, Surabaya, pada awal April 2012.
Dia adalah Hong Widodo. Jabatannya, direktur teknik Persis Solo yang berlaga di kompetisi Divisi Utama bentukan PT Liga Indonesia. Dia tak lupa memanggil saya yang melintas di depannya.
Obrolan khas Solo dengan joke-joke sepak bola pun terdengar di jeda pertandingan.
Siapa Hong Widodo? Mungkin nama yang asing bagi insan sepak bola Indonesia. Tapi, bagi masyarakat Solo dan sekitarnya nama itu sudah familiar.
Dialah salah satu legenda sepak bola dari Kota Bengawan, julukan Solo. Dia pun sudah melakoni kehidupannya di Persis baik sebagai pemain maupun pelatih.
Sebagai pemain, lelaki yang kini berusia 68 tahun tersebut layak dapat acungan jempol. Dia selalu menjadi nyawa permainan timnya dalam setiap permainan.
Sejak 1958-1980, Hong tercatat membela klub lokal Solo Hayeging Wargo Mudo.Selama itu pula, dia selalu menjadi tumpuan Persis Solo.
Jawa Tengah (Jateng) pun pernah memakai tenaga dan kemampuannya. Tercatat pada PON 1969 di Surabaya dan 1973 di Jakarta, Hong meloloskan Jateng ke pesta olahraga empat tahunan level nasional tersebut.
Setelah pensiun sebagai pemain, Hong tak bisa lepas dari sepak bola. Dia menjadi pelatih di klub yang membesarkan namanya, HWM dan Persis. Saya sempat melihat beberapa kali sosok Hong di pinggir lapangan saat HWM berlatih.
Dia pun dengan serius memberikan pengarahan. Tapi, saat itu, di pertengahan 1990-an, dia bukan pelatih kepala HWM. Statusnya menjadi penasihat atau pun juga direktur teknik.
Ini disebabkan pada saat yang bersamaan, Hong menduduki jabatan sebagai pelatih di Laskar Sambernyawa, julukan Persis Solo. Posisi itu lama didudukinya.
Prestasi Persis pun tak terlalu mengecewakan. Bahkan, mereka nyaris promosi ke Divisi Utama pada pertengahan 1990-an. Sayang, langkahnya terganjal di Manado.
Penulis bersama Hong Widodo (sumber: sidiq)
Setelah itu, Persis pun hanya berkutat di Divisi I. Sepeninggal Hong, tim yang punya warna kebesaran merah-merah itu turun ke Divisi I saat tak lagi ditangani Hong.
Untung, Pemkot Solo kembali mau mengurusi Persis dan kembali ke habitatnya di Divisi Utama. Nama Hong kembali masuk tim saat Persis mempunyai dua tim, Persis dan Solo FC. Awalnya, Hong ada di Solo FC. Tapi, pada musim 2011-2012, dia dibutuhkan kembali oleh Persis yang tengah terseok-seok. (*)

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com