www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Minggu, 18 Maret 2012

Wajah Suporter, Wajah Klub

DEMO besar-besaran dilakukan supporter sebuah klub besar kepada kantor cabang sebuah statsiun televisi. Gara-garanya host (pembawa acara) stasiun identik dengan warna merah itu mengatakan bahwa supporter tersebut tukang onar dan melakukan penjarahan setelah pertandingan.
Esoknya, langsung saja gambar sang pembawa acara dibakar dan dicoret-coret. Wajar sebenarnya kalau kelompok supporter itu berang. Mereka tengah membangun image menjadi lebih baik. Banyak kegiatan social yang dilakukan.
Tapi, mungkin, sang host, saat ini bisa tertawa dan tak lagi berkeringat. Penyebabnya, oknum-oknum suporter melakukan penjarahan saat mendukung tim pujaannya melakukan pertandingan tandang. ‘’Nah, bener kan kata gue,’’ bisa jadi host tersebut berkata seperti itu.
Memang, kalau jelek, tentu petinggi kelompok tersebut membantahnya. Mereka akan bilang, itu oknum yang kebetulan memakai atribut kelompok supporter itu.
Tapi, janganlah mengklaim seperti itu. Baik atau pun buruk, mereka tetap suporter mereka dan bagian dari mereka. Tugas para petinggi suporter adalah mendidik anggotanya agar punya etika dan kesadaran yang tinggi untuk bisa menjadi pendukung yang santun.
Bagaimanapun, baik atau buruknya suporter bisa menjadi wajah dari klub yang didukung. Kita tentu masih ingat dengan tragedy Haysell 1985 saat inal Piala Champions (kini menjadi Liga Champions Eropa). Saat itu, terjadi tragedi yang mengakibatkan meninggalnya 38 suporter saat hendak menyaksikan final Piala Champions antara Juventus dari Italia melawan Liverpool dari Inggris.
Imbasnya, bukan hanya Liverpool tapi juga sepak bola Inggris yang jadi korban. Klub-klub Inggris diisolasikan dari sepak bola Eropa hampir 10 tahun.
Harusnya, Tragedi Heysell bisa menjadi renungan kepada kita semua. Sungguh mahal nyawa para supporter hanya untuk sebuah tontonan sepak bola. (*)

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com