www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

H.M. Barmen, Pendekar Bola dari Surabaya

Penulis bersama H.M. Barmen (sumber: sidiq prasetyo)
SUDAH hampir sebelas tahun saya tinggal di Surabaya. Selama itu pula, saya mulai mengenal sosok H.M. Barmen.
Dulu, saat masih berada di kampung halaman di Solo, saya hanya bisa mengetahui sosoknya dari membaca surat kabar. Saya sudah kagum dengan dedikasinya pada sepak bola.
Seorang teman  yang pernah merasakan bergabung di Assyabaab pun bercerita tentang dia. Dia sosok yang peduli kepada pemain, kata teman yang datang lebih awal di Surabaya.
Sayang, sang teman tak bertahan lama. Kerinduan kepada keluarga membuat karir sepak bolanya tak bisa bertahan lama.
Kesempatan mengenal Bang Moh, begitu H.M. Barmen, pun semakin dekat ketika saya pindah ke Surabaya.  Akhirnya, kesempatan tersebut datang. Sebuah undangan dari Bang Moh kepada saya untuk datang ke rumahnya di  kawasan Ampel.
Sosoknya terlihat begitu berwibawa. Satu hal yang membuat saya salut, daya ingat Bang Moh begitu luar biasa…Dia masih hapal dengan peristiwa yang terjadi pada era 1970-an. Kejadian itu begitu gampang diingatnya meski sudah berlangsung 30 tahunan lalu.
  Mulai saat itu, saya semakin salut dan hormat kepada Bang Moh. Apalagi, dia mempunyai kepedulian yang tinggi kepada perkembangan sepak bola Surabaya dan nasional.
 Awal Oktober 2012, sosok Bang Moh pun tak banyak berubah. Seakan dia masih tetap seperti yang saya temui di awal 2000.
 Dia antusias menyaksikan para pemainnya di klub Assyabaab berlatih di lapangan Bumimoro, Surabaya. Dia tahu semua nama pemainnya meski usianya jauh di bawahnya dan selalu berganti di tiap musim.
Bang Moh pun tak peduli dengan masalah yang tengah menerpa Assyabaab. Ya, saat ini, Assyabaab terancam turun ke Kelas I. Itu disebabkan klub pujaan masyarakat Ampel tersebut tak mau tampil dengan alasan hadiah juara musim lalu tak seperti yang  dijanjikan.
Para pemain Assyabaab pun setali tiga uang. Di bawah arahan Kasiyanto, mantan asisten pelatih Persebaya, mereka begitu bersemangat. Hadirnya Bang Moh pun ikut berperan menambah motivasi untuk mengeluarkan kemampuan terbaiknya.
 Bang Moh pun berada di sisi lapangan hingga latihan usai. Ini sudah dilakukannya sejak puluhan tahun lalu. Memang tak mudah menemukan sosok seperti Bang Moh. Jangankan di Surabaya, di Indonesia pun belum tentu ada. (*)
Read More

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com