www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Senin, 17 Desember 2012

Baroto, sang Pencetak 1000 Bintang Lapangan Hijau


Baroto (paling kanan) bersama Puslat Putra Sukoharjo saat melakukan try out di Sidoarjo, Jawa Timur , pada November 2012. (sumber: sidiq prasetyo)
JOSE Mourinho boleh menyebut dirinya The Special One. Sir Alex Ferguson dikatakan pelatih bertangan dingin. Begitu juga dengan Josep ‘’Pep’’ Guardiola yang dikenal pintar meracik strategi.
 Tapi, ketiganya bisa sukes karena materi pemainnya sudah jempolan.  Jika kita menyebut nama Baroto, orang akan langsung mengerutkan dahi. Siapa dia? Kok ada namanya di antara tiga pelatih papan atas dunia tersebut.
 Jika dibandingkan pun tentu baik langit dan dasar bumi. Baroto hanya pelatih ‘’kampung’’ yang mungkin namanya hanya dikenal di wilayah Solo dan sekitarnya.
  Tapi, saya punya nilai plus Baroto dibandingkan pelatih-pelatih yang lain. Dia mampu melahirkan pemain-pemain papan atas meski hanya level Indonesia.
  Pembaca mungkin masih penasaran dengan sosok Baroto. Lelaki ini adalah manusia yang mengabdikan hidupnya untuk sepak bola.
 Sejak kecil, saya sudah begitu akrab dengan namanya. Banyak teman yang ingin ikut klub binaan Putra Sukoharjo.
 Bahkan, saat saya duduk di kelas 3 SMA, seorang kawan yang kebetulan juga kapten Persiharjo Sukoharjo, domisi Putra Sukoharjo, Isnu Broto Santoso, mengajak saya berlatih di sana. Ini sebagai persiapan menghapi Piala Suratin, kini lebih dikenal dengan nama Liga Remaja.
 Sayang, tak bisa memenuhinya karena waktunya berdekatan dengan ujian akhir sekolah. Tapi, kesempatan untuk bisa mengenal Baroto mulai terbuka saat saya bekerja di sebuah harian di Solo. Sebagai wartawan olahraga, nama dia masuk dalam daftar sumber berita yang harus bisa didekati.
 Memang tak susah mencari rumah Baroto. Setiap warga yang tinggal di daerah Baron pasti kenal sosok dia. Hanya, kali pertama mau bertemu Baroto, saya rela berhujan-hujan dengan mengendarai sepeda motor Yamaha 80 kepunyaan saya.
 Di luar dugaan, sosok yang dikenal keras di lapangan ternyata pribadi yang ramah. Layaknya teman yang lama tak bertemu, dia tak sungkan menceritakan segala sesuatu tentang sepak bola dan perjalanannya menggeluti olahraga si kulit bundar tersebut.
  Setelah itu, kami pun berteman akrab. Saya pun sempat sedih saat mendengar Baroto mengalami sakit stroke. Lebih sedih lagi gara-garanya juga sepak bola. Rekan-rekan yang dulu begitu dipercayainya tega mengkhianati.
 Duh, sungguh pedih. Tapi melihat Baroto datang ke Sidoarjo di akhir November 2012, saya seperti melihat Baroto sebelas tahun lalu. Masih energik dan juga teriakan-teriakannya saat menyemangati anak asuhnya.
 Hanya, memang sudah tak selincah dulu. Stroke ikut mengurangi kegesiatan gerakannya.
 Tapi, Baroto sempat berucap sakit tak akan mengurangi sakitnya mencetak pemain-pemain muda. Selamat berjuang Mas... (*)

Spesialis Pencetak Pemain Berbakat
Pemain Binaan Baroto
1. Wahyu Tri Nugroho
Posisi: Kiper
Klub : Persis Solo, Persiba Bantul, Timnas Indonesia U-19, Timnas Indonesia Senior
2. Putut Waringin Jati
Posisi: Penyerang
Klub: Deltras, PSPS Pekanbaru, Arema, Timnas U-19
3. Dwi Joko Prihatin
Posisi: Bek
Klub: Persis Solo, Petrokimia Putra Gresik, Deltras, Persita Tangerang, Persiba Balikpapan
4. Indriyanto ‘Nunung’ Nugroho
Posisi: Penyerang
Klub: Pelita Jaya, Arseto, Persijatim Solo FC, PSIS Semarang, Persikaba Blora, Persepam Madura United , Timnas PSSI Primavera, Timnas Senior
5. Haryanto ‘’Tommy’’ Prasetyo
Posisi: Gelandang
Klub: Pelita Jaya, PSS Sleman, Persijap Jepara, Persis Solo, Timnas PSSI Barreti, Timnas PSSI Senior
6. M. Analis
Posisi: Belakang
Klub: Persis Solo, Persikabo Kab Bogor, Persela Lamongan, Solo United
7. Santoso
Posisi: Depan
Klub: Persis Solo, PSIM Jogja, Persipur Purwodadi, Persiku Kudus
8. Syaiful Bahri
Posisi: Depan
Klub: Persis Solo, PSIR Rembang, Persikubar Kutai Barat

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com