www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Senin, 17 Desember 2012

Gomes de Olivera, Tantangan Taklukan Kerasnya Indonesia

TANGAN DINGIN: Gomes de Olivera (sumber: sidiq prasetyo)
TAK gampang sukes menjadi pemain dan juga sukses menjadi pelatih di Indonesia. Apalagi, itu terjadi di Indonesia.
 Maboang Kessack asal Kamerun boleh menjadi pemain top yang kali pertama merumput di Indonesia. Kemudian sang  superstar Piala Dunia 1990 Roger Milla yang juga berasal dari Kamerun juga sempat menjadi perbincangan hangat.
 Tapi, keduanya tak bisa menjadi pelatih di Indonesia. Bahkan, sang top scorer (pencetak gol terbanyak) Piala Dunia 1978 asal Argentina Mario Kempes pun tak bisa menangani tim di Negeri Jamrud Khatulistiwa, julukan Indonesia.
 Lain halnya dengan Jacksen F. Tiago. Dia termasuk pemain asing yang sukses di Indonesia. Klub-klub yang dibelanya, Petrokimia Putra Gresik, PSM Makassar, dan Persebaya Surabaya pun tergolong sukses. Petrokimia dan PSM menjadi runner-up Liga Indonesia. Green Force, julukan Persebaya, malah diantarkannya menjadi juara pada Liga Indonesia III.
 Setelah gantung sepatu, lelaki asal Brasil itu pun mengangkat Assyabaab menjadi juara kompetisi internal Persebaya, kemudian Persebaya menjadi juara Liga Indonesia serta Persipura Jayapura mengangkat trofi Indonesia Super League.
 Kini, ada lagi yang bisa jadi mengikuti jejak Jacksen. Siapa? Gomes de Olivera.
 Memang, dia belum sesukses Jacksen kalau masih aktif di lapangan hijau.  Hanya, klub yang dibelanya pun bukan klub kacangan.
 ‘’Saya datang saat Liga Indonesia II dan membela Mitra Surabaya,’’  kata Gomes saat ditemui di Surabaya pada 16 Desember lalu.
 Dia pun mengenang kedatangannya ke Indonesia karena ajakan seorang agen di negeri asalnya, Brasil. Dia dikenalkan dengan seorang agen Rumania yang kali pertama membawa pemain mancanegara ke Indonesia.
 ‘’Saya kaget melihat atmosfer sepak bola Indonesia. Animo penontonnya luar biasa,’’ terang lelaki kelahiran 1972 tersebut.
 Setelah Mitra, dia pun mulai berpetualang ke berbagai klub di Indonesia. Mataram Indocement, Semen Padang, Persedikab Kab Kediri, hingga PSIS Semarang pernah dibelanya. Di semua klub itu, lelaki yang memperistri gadis Surabaya tersebut selalu menjadi andalan di lini depan.
Bahkan, Gomes mengaku pernah membela klub di Liga Bangladesh. Saat usianya terus beranjak tua, karir di dunia kepelatihan menjadi pilihan utama.
 Klub anggota internal Persebaya, Suryanaga, menjadi klub senior pertama yang dipolesnya.  Dia mampu mengangkat klub binaan Michael Sanjaya itu juara.
 Tawaran menangani Persebaya U-21 dan menjadi asisten Persebaya Senior pun datang kepadanya. Di tim senior, Gomes mengaku banyak belajar kepada Danurwindo. Mantan pelatih timnas PSSI tersebut dianggap Gomes sebagai pelatih dengan ilmu tinggi.
  Ilmu dari Danurwindo yang dipadukannya dengan ilmu yang diperoleh di Brasil semakin membuat Gomes tertantang menaklukan kerasnya kompetisi sepak bola Indonesia. Perseru Serui tertarik mengangkat dia menjadi asisten pelatih.
 Pengalaman yang diperolehnya mampu membuat Gomes singgah di Persiwa Wamena. Hasilnya pun sungguh menakjubkan. Badai Pegunungan Tengah, julukan Persiwa, diantarkannya menjadi peringkat ketiga Indonesia Super League. Bahkan, sebelumnya, Pieter Rumaropen dkk sempat memanaskan persaingan juara bersama Persipura Jayapura.
 Kini, tangan dingin Gomes pun diharapkan bisa menular ke Persela Lamongan. ‘’Tapi, saya tetap harus kerja keras jika ingin sukses.’’. (*) 

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com