www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Minggu, 27 Januari 2013

Carlos de Mello, Gemuk dengan Umpan Terukur


Jumat sore (25/1), saya harus datang ke Stadion Manahan, Solo. Undangan dari klub di Kota Bengawan, julukan Solo, Agawe Trengginas (AT) Farmasi untuk melakukan pertandingan uji coba dengan kumpulan wartawan dan pemain sepak bola dari Jakarta.
 Saat datang ke Stadion Manahan, saya sempat melihat ada warga asing di tim tersebut. Tapi, saya tak terlalu menghiraukannya.
 Pada pertandingan pun saya juga tak melihat ada pesepak bola bintang di tim lawan. Hanya Ovan, sang presenter di AnTV, serta produser olahraga di AnTV juga Dedy Reva yang saya kenal. Tapi, di tengah pertandingan, ada sebuah nama dipanggil rekan-rekannya yang membuat saya terkejut. Siapa? Carlos de Mello.
 Bagi saya, dia merupakan pesepak bola pujaan. Kiprahnya di lapangan hijau di tanah air sudah tak diragukan lagi.
 Datang kali pertama saat Liga Indonesia dibuka dengan kehadiran pemain asing, de Mello langsung menyedot perhatian. Umpannya yang terukur serta keahliannya mengocek bola membuat Petrokimia Putra Gresik mampu menembus final. Kolaborasinya dengan compatriot (rekan satu negara) Jacksen F. Tiago, yang kini menangani Persipura Jayapura, menjadi duet paling ditakuti.
 Sayang, setahun kemudian, duet tersebut berpisah. Carlos ke Mitra Surabaya dan Jacksen ke PSM Makassar. Tapi, keduanya kembali ke Persebaya Surabaya. Hasilnya, Green Force, julukan Persebaya, juara di kompetisi level tertinggi tersebut.
 Tak dipungkuri, keduanya menjadi pemain Brasil paling sukses di Indonesia. Meski sudah ada ratusan pemain dari Negeri Samba, julukan Brasil, yang mengadu nasib di Negeri Jamrud Khatulistiwa, julukan Indonesia, ini.
 Hanya,saat menjadi pelatih, de Mello tak sesukses Jacksen. Jika Jacksen sukses membawa Persebaya dan Persipura juara Liga Indonesia, beda dengan de Mello. Dia hanya tercatat pernah menangani Putra Samarinda.
 Tapi, itu tak bertahan lama. Lisensi yang dimiliki menjadi sorotan. Imbasnya, dia pun belum bisa menangani tim di Indonesia tersebut.
 Ketika dikasih kabar keberadaan de Mello di Solo, Jacksen pun agak kaget. Dia hanya tahu kalau koleganya tersebut di Jakarta.
 ‘’Dia lagi cari-cari klub di Indonesia, sekalian jadi agen pemain,’’ terang Jacksen.
 Perjumpaan dengan de Mello memang hanya singkat. Namun, itu sudah mampu mengobati kerinduan yang lama untuk bisa bermain dengannya dalam satu lapangan. (*)


0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com