www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Selasa, 08 Januari 2013

KLB Akankan Datang (Lagi)

GEMA Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI nyaring terdengar lagi. Tuntutannya pun hampir sama dengan KLB-KLB sebelumnya, menggantikan posisi ketua umum.
Padahal, Djohar Arifin Husin, ketua umum PSSI sekarang, belum ada setengah tahun memimpin organisasi sepak bola di Indonesia tersebut. Dia menggantikan posisi Nurdin Halid setelah melalui proses KLB yang mengalami tiga kali perpindahan tempat. Mulai dari Denpasar (Bali), Pekanbaru (Riau), hingga akhirnya di Solo (Jawa Tengah).
Muaranya pun hampir sama, kekecewaan para pemilik suara kepada ketua umum. Jika dulu Nurdin dianggap gagal mengangkat prestasi sepak bola Indonesia, kini Djohar dianggap tidak konsisten dan hanya jadi boneka dari kelompok tertentu.
Saat ini, PSSI memaksakan kompetisi di level tertinggi atau yang dulu dengan nama Indonesia Super League (ISL) diikuti oleh 24 tim. Padahal, seharusnya kompetisi tersebut hanya diikuti 18 tim.
Ada beberapa tim yang dipaksanakan masuk. Nama seperti Persebaya Surabaya, Persema Malang, Persibo Bojonegoro, dan PSM Makassar seharusnya tidak berada di situ. Alasannya, keempatnya sudah bukan lagi anggota PSSI setelah berlaga di kompetisi tandingan, Liga Primer Indonesia (LPI).
Namun, dengan entengnya, PSSI mempunyai alasan yang membuat mereka layak berlaga di ISL. Mulai dari alasan sponsor ataupun karena mempunyai suporter yang jumlahnya besar.
Menariknya lagi, para pigak yang kecewa kali ini, dulunya juga merupakan pemegang suara yang ngotot mengajukan Djohar. Cepat sekali dukungan tersebut berubah.
Sebelumya pun, saya sempat tidak percaya ketika awal Djohar memimpin PSSI tidak akan lama. Ah isu pasti. Kan suara yang mendukung Djohar lumayan besar.
Eh, nggak tahunya hal itu tinggal tunggu waktu.
Di negeri ini, semua bisa berubah kalau memang punya suara. Padahal, mediasi masih perlu dan Djohar bersama PSSI pun tidak perlu memaksakan kehendak.
Memang kalau harusnya ISL hanya 18 klub kan juga tidak masalah. Kalau Persebaya, Persibo, Persema, dan PSM harus tak ikut kan juga sudah ada dasarnya. Sesuai aturan FIFA (Federasi Sepak Bola Internasional) dan AFC (Federasi Sepak Bola Asia) memang kalau tak diakui federasi lokal harus mendaftar kembali dan memulai dari dasar.
Masyarakat Indonesia sekarang sudah tak bisa dibodohi lagi. Semua sudah melek informasi dengan mudahnya kabar diterima.
Mereka bisa mengetahui siapa yang benar dan siapa yang salah. Tentu, kita tak ingin masyarakat kembali dibodohi karena menyalahi statuta FIFA. Tapi, hanya diam dan membiarkan kompetisi dan roda organisasi tetap berjalan. (*)


Tulisan ini dibuat di Surabaya pada 2 Oktober 2011

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com