www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Persida, Kumpulan Veteran yang Masih Bertaring

GAEK: Supaham

ANDA kenal Uston Nawawi? Anda kenal Bejo Sugiantoro? Bagi penggemar sepak bola nasional, keduanya sudah bukan nama asing lagi.
 Jaminan prestasi pun ada jika mereka sudah di lapangan.Eiit, tapi itu di era2000-an.
 Saat itu, keduanya masih berada di usia keemasan. Persebaya Surabaya pun dibawanya menjadi juara Liga Indonesia dan menjadi tim yag disegani. Bandrol Bejo dan Uston pun melambung saat ditarik ke PSPS Pekanbaru, Riau, pada 2003-3004.
 Namun, kini, usia Uston dan Bejo pun sudah uzur buat pesepak bola yang mengejar prestasi. Keduanya sudah berusia di atas 30 tahun. Bejo 37 dan Uston 36.
 Namun, keduanya tetap masih bermain. Halnya tim yang dibelanya bukan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Indonesia Super League (ISL).
 Pada musim 2014 ini, Uston dan Bejo bergabung di Persida Sidoarjo. Klub ini bertarung di pentas Divisi Utama.
 Selain Uston dan Bejo, di Laskar Jenggolo, julukan Persida, banyak dihuni veteran-veteran yang pernah menyandang status bintang. Menariknya, semua ada di segala lini.
 Di bawah mistar ada Agung Prasetyo. Kiper 36 tahun ini membawa Jatim meraih emas di PON 2000 dan juga disegani saat bersama AremaMalang di era 2000-an.
Kemudian, di bek kanan ada nama Nurul Huda. Pemain yang kini berusia 38 tahun ini pernah digembleng bersama Kurniawan Dwi Yulianto dkk di Italia bersama program PSSI Primavera.
Di tengah juga ada nama Sutaji. Gelandang jangkar ini pernah merumput bersama Persebaya Surabaya, PSS Sleman, dan juga Arema. Usianya pun sama dengan Nurul Huda.
 Nah, di barisan penggedor, nama Supaham tak boleh dipandang sebelah mata. Dengan usia 36, pemain yang moncer di Persekabpas Kabupaten Pasuruan ini sering menjadi penyelamat timnya.
 Namun, dengan skuad veteran ini tak membuat Persida terteter. Sebaliknya, mereka masih bisa memanaskan persaingan merebut tiket ke babak kedua dari Grup 6. (*)

Read More

Gusnul Yakin Serasa Hidup Lagi


Gusnul Yakin (foto: sidiq prasetyo)
SEMANGAT Gusnul Yakin sempat padam. Sanksi larangan melatih seumur hidup yang dijatuhkan AFC (Federasi Sepak Bola Asia) membuat gairah hidupnya tak seperti dulu.
 Bagaimana tidak, lelaki 58 tahun tersebut hidupnya hanya untuk sepak bola. Mulai dari pemain hingga sekarang terus bergulat dengan olahraga bola sepak bola.
 Sebagai pemain, kera Ngalaman ini sangat setia dengan klub Galatama Warna Agung Jakarta. Bersama klub yang didanai oleh pabrik cat tersebut, Gusnul dikenal sebagai bek tangguh.
 Setelah pensiun, dia pun tetap aktif di Warna Agung dengan menjadi asisten pelatih. Nah, setelah Warna Agung tutup di pertengahan era 1980-an, Gusnul pun menangani PKT Bontang.
 Setelah itu, hidupnya berpindah dari satu klub ke klub lain seperti Assyabaab Salim Group Surabaya (ASGS), Persiba Balikpapan, Arema Malang dan Arema Indonesia dan Persibo Bojonegoro. Di Laskar Angling Dharma, julukan Persibo, namanya kembali terangkat.
 Persibo dibawa menjadi juara Divisi I pada 2007. Tapi, di tim itupula cobaan terberat dalam hidupnya datang.
 Gusnul menerima pinangan Persibo di tengah gonjang-ganjing kompetisi Indonesian Premier League dan Indonesia Super League. Saat itu, Persibo berkecimpung di Indonesia Premier League.
 Di saat tim tengah compang-camping, Persibo pun menjadi wakil Indonesia di AFC Cup. Nah, pertandingan melawan Sunray Cave Sun di Stadion Mong Kok, Hongkong, 9 April 2013. Kekalahan 0-8 dari tuan rumah membuat Gusnul dianggap melakukan hal-hal yang mencoreng nilai fairplay.
 Komisi Disiplin PSSI pun menetapkan hukuman seumur hidup kepada Gusnul. Untung, selang hampir satu tahun, lelaki yang gemar akan barang-barang antic tersebut mendapat ampunan.
‘’Alhamdulillah, hukuman saya dicabut. Berkat Pak Nyalla(wakil ketua umum PSSI) dan Abror (Ketua Harian KONI Jatim), saya bisa melatih lagi,’’ kata Gusnul saat ditemui di rumahnya di kawasan Blimbing, Malang, akhir April 2014.
 Namun, masih ada keraguan dari tim lain. Itu terjadi ketika dia mendampingi Persikoba Kota Batu bertanding di ajang Liga Nusantara 2014.
 ‘’Kebebasan saya sempat diragukan. Untung, surat dari PSSI bisa meyakinkan mereka dan saya bisa mendampingi Persikoba,’’ tambah Gusnul.
 Dia mengakui semangat hidupnya tumbuh lagi. Gusnul pun siap menerima tantangan dari klub yang berharap tuah dari polesan tangannya. (*)
Read More

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com