www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Sabtu, 31 Mei 2014

Gusnul Yakin Serasa Hidup Lagi


Gusnul Yakin (foto: sidiq prasetyo)
SEMANGAT Gusnul Yakin sempat padam. Sanksi larangan melatih seumur hidup yang dijatuhkan AFC (Federasi Sepak Bola Asia) membuat gairah hidupnya tak seperti dulu.
 Bagaimana tidak, lelaki 58 tahun tersebut hidupnya hanya untuk sepak bola. Mulai dari pemain hingga sekarang terus bergulat dengan olahraga bola sepak bola.
 Sebagai pemain, kera Ngalaman ini sangat setia dengan klub Galatama Warna Agung Jakarta. Bersama klub yang didanai oleh pabrik cat tersebut, Gusnul dikenal sebagai bek tangguh.
 Setelah pensiun, dia pun tetap aktif di Warna Agung dengan menjadi asisten pelatih. Nah, setelah Warna Agung tutup di pertengahan era 1980-an, Gusnul pun menangani PKT Bontang.
 Setelah itu, hidupnya berpindah dari satu klub ke klub lain seperti Assyabaab Salim Group Surabaya (ASGS), Persiba Balikpapan, Arema Malang dan Arema Indonesia dan Persibo Bojonegoro. Di Laskar Angling Dharma, julukan Persibo, namanya kembali terangkat.
 Persibo dibawa menjadi juara Divisi I pada 2007. Tapi, di tim itupula cobaan terberat dalam hidupnya datang.
 Gusnul menerima pinangan Persibo di tengah gonjang-ganjing kompetisi Indonesian Premier League dan Indonesia Super League. Saat itu, Persibo berkecimpung di Indonesia Premier League.
 Di saat tim tengah compang-camping, Persibo pun menjadi wakil Indonesia di AFC Cup. Nah, pertandingan melawan Sunray Cave Sun di Stadion Mong Kok, Hongkong, 9 April 2013. Kekalahan 0-8 dari tuan rumah membuat Gusnul dianggap melakukan hal-hal yang mencoreng nilai fairplay.
 Komisi Disiplin PSSI pun menetapkan hukuman seumur hidup kepada Gusnul. Untung, selang hampir satu tahun, lelaki yang gemar akan barang-barang antic tersebut mendapat ampunan.
‘’Alhamdulillah, hukuman saya dicabut. Berkat Pak Nyalla(wakil ketua umum PSSI) dan Abror (Ketua Harian KONI Jatim), saya bisa melatih lagi,’’ kata Gusnul saat ditemui di rumahnya di kawasan Blimbing, Malang, akhir April 2014.
 Namun, masih ada keraguan dari tim lain. Itu terjadi ketika dia mendampingi Persikoba Kota Batu bertanding di ajang Liga Nusantara 2014.
 ‘’Kebebasan saya sempat diragukan. Untung, surat dari PSSI bisa meyakinkan mereka dan saya bisa mendampingi Persikoba,’’ tambah Gusnul.
 Dia mengakui semangat hidupnya tumbuh lagi. Gusnul pun siap menerima tantangan dari klub yang berharap tuah dari polesan tangannya. (*)

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com