www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Senin, 30 Juni 2014

Dari Kecil Sudah Mimpi Masuk Timnas

Samsul Arif (foto:sidiq)

SAYA ragu mau menyapa Samsul Arif. Selain sudah lama tak bertemu, statusnya kini sudah sangat mentereng, pemain Timnas Indonesia.
 Jadi, saat berlatih kali pertama di Stadion Jenggolo, Sidoarjo, pada 12 Juni 2014, saya tak mau atau tak berani untuk menyapa. Nah, keesokan harinya, saat  latihan pagi dipindahkan ke Stadion Gelora Delta, yang juga berada di Sidoarjo, saya pun memberanikan menyapanya.
 ‘’Masih ingat saya Sul?’ tanya saya.
 Jawaban tak terduga muncul dari pemain yang kini membela Arema Cronus di pentas Indonesia Super League (ISL) tersebut. Ternyata, lelaki 29 tahun tersebut tak lupa.
 ‘’Jelas ingat dong. Nggak akan pernah lupa,’’ jelas Samsul.
 Ya, kenal Samsul saat dia belum seperti sekarang ini. Kami pulang bersama-sama dari Jakarta usai acara penobatan dirinya menjadi pencetak gol terbanyak (stop scorer) Copa Indonesia 2008.
Pemuda asli Bojonegoro tersebut mencetak delapan gol dalam kompetisi yang diikuti oleh klub dari semua divisi di pentas sepak bola Indonesia tersebut. Dari Bandara Internasional Juanda, saya mengantar Samsul dan kiper Syaifudin, yang saat itu terpilih menjadi kiper terbaik Copa Indonesia. Nah, setelah itu, saya tak pernah bersua dengan Samsul. Hanya, setiap aktivitasnya yang terpantau media saya ikuti.
 Setelah perjumpaan itu, dia pun tak ragu lagi berstegur sapa dan bercerita.
  ‘’Saya masuk Persibo Bojonegoro 2005 dari seleksi antarkecamatan. Saya mewakili Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, yang berada di wilayah Bojonegoro Barat,’’ ucap Samsul.
 Saat itu, terang dia, Laskar Anglingdharma, julukan Persibo, dipoles pelatih asal Gresik Sanusi Rahman. Dalam seleksi tersebut, Samsul mampu memikat mantan arsitek tim Petrokimia Gresik tersebut.
 Pengalaman membela Persikaba Blora, Jawa Tengah, di musim sebelumnya membuat  dia punya nilai plus dibandingkan pemain-pemain lokal lain.
 Bersama Persibo, Samsul bermain selama lima musim. Bersama tim dengan kostum kebangaan Oranye itu, dia merasakan membela tim nasional. Tercatat Samsul pernah membela timnas U-21 dan U-23.
 Tawaran dari tim tetangga, Persela Lamongan, pada musim 2009-2010 membuat dia tak bisa menolak. Godaan bermain di ISL jadi tantangan bagi lelaki dengan tinggi 166 sentimeter tersebut.
 Sayang, di Laskar Joko Tingkir, julukan Persela, karir Samsul redup. Dia bermain tak segarang bayangan di Persibo.
 ‘’Saya lambat adaptasi. Ini dikarenakan sata berangkat dari level bawah,’’ ungkap Samsul.
 Jeblok bersama Persela membuat dia pun kembali ke Persibo. Untung, tim lamana itu mau menerima dengan tangan terbuka.
 Dus musim bersama Persibo sudah cukup bagi Samsul untuk mengembalikan kepercayaan dirinya. Uniknya, Persela yang saat itu ditangani Subangkit kembali menawari bergabung.
 Seakan tak ingin mengulangi kesalahan yang sama, musim 2012-2013, Samsul tampil bersinar bersama Persela. Selama 30 kali penampilan, 13 kali, Samsul menjebol gawang lawan.  Imbasnya, Arema Cronus pun kepincut mengikat Samsul pada musim 2014.
 ‘’Bangga bisa bergabung dengan Arema Cronus karena Arema merupakan klub besar dan punya tradisi yang bagus,’’ jelas Samsul.
 Bersama Singo Edan, julukan Arema, Samsul pun semakin menakutkan di depan gawang lawan. Hanya, dia tak punya ambisi menjadi top scorer (pencetak gol terbanyak).
 ‘’Arema juara sudah menjadi berkah yang luar biasa,’’  papar dia.
 Jalan ke timnas pun semakin terbuka lebar. Kini, namanya masuk pun masuk dalam daftar skuad merah putih yang dipersiapkan menghadapi Piala AFF 2014.
 Tapi, siapa sangka, sebenarnya, sejak  kecil, Samsul sudah punya ambisi membela timnas. ”Dari kecil sudah suka membayangkan masuk timnas. Akhirnya, impian itu menjadi kenyataan,’’ pungkas Samsul. (*)

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com