www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Selasa, 24 Juni 2014

Dari Voli Bisa Jadi Kiper Utama Persebaya

RIONO: Tinggi 160 cm (foto:sidiq)

JORGE Campos pernah menjadi buah bibir. Dengan tinggi yang kurang ideal untuk menjadi kiper, dia dipercaya membela gawang Meksiko di ajang internasional. Kurun waktunya pun tak sebentar, 13 tahun, mulai dari 1991 hingga 2004.
 Campos disebut-sebut sebagai kiper utama terpendek. Namun, anggapan itu terbantahkan.
 Di Indonesia ada kipernya yang jauh lebih pendek dari Campos. Siapa dia? Riono. Dia merupakan kiper utama Persebaya Surabaya di awal decade 1990-an.
 ‘’Tinggi saya 160 sentimeter. Orang kalau nggak tahu dan kenal, pasti nggak percaya kalau saya kiper. Apalagi, menjadi kiper sekelas Persebaya,’’ kata Riono saat ditemui di sela-sela melatih Tim Pra-PON Jatim 2016.
 Dia mengawal gawang Green Force, julukan Persebaya, pada 1992-1995. Selama itu pula, lelaki kelahiran 1971 tersebut tak tergantikan.
 ‘’Baru pada 1996, saya pindah ke Persedikab Kabupaten Kediri. Setelah itu, saya main di kompetisi internal karena pekerjaan di PDAM Surabaya,’’ tambah Riono.
 Sebenarnya, tambah dia, sepak bola bukan cabang olahraga yang kali pertama digeluti. Selain sepak bola, bola voli menjadi olahraga utama lelaki yang berasal dari klub Indonesia Muda (IM) tersebut.
 ‘’Di voli, posisi saya spiker. Meski saya kecil, lompatan saya bisa melebihi net,’’ ungkap Riono.
 Dasar bola voli itulah yang membuat Riono tak mengalami kesulitan menjadi kiper. Prinsip melompat dan menangkap bola di cabor voli sukses diterapkannya di sepak bola.
 Kini,di usianya yang sudah memasuki 43 tahun, nama Riono kembali mengemuka. Dia dipercaya memoles kiper yang akan mengawang Jatim untuk bisa lolos ke PON 2016.
 Ketangguhannya dan keberaniannya di bawah mistar diharapkan bisa ditularkan kepada kiper-kiper muda provinsi paling timur Pulau Jawa itu. (*)


0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com