www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Kamis, 19 Juni 2014

Pelatih Nasional pun Cium Tangan

HAFAL: Sopir bus timnas Irwan (foto:sidiq)

BUS Timnas Indonesia terlihat gagah. Dengan warna putih dikombinasi merah, bus tersebut mampu menampung hingga 40-an penumpang.
 Tentu, butuh orang yang berpostur besar untuk mengemudikannya. Namun, jangan salah sangka, ternyata pengemudi bus Pasukan Garuda, julukan timnas Indonesia, di luar bayangan. Tingginya tak sampai 160 sentimeter dan posturnya juga kecil.
‘’Nama saya Irwan. Saya yang membawa bus ini dari Sekretariatan PSSI di Senayan, Jakarta, ‘’ terang dia.
  Bahkan, pekerjannya sebagai sopir bus timnas tersebut sudah dilakukannya sejak 1980-an. Dia memulai dari sopir bus PSSI Garuda 1.
 ‘’Awalnya, saya bekerja di Mas Sigit (Harjojudanto, putra mantan Presiden RI Soeharto yang juga pengurus PSSI kala itu). Saya jadi sopir beliau dan juga mobil-mobil kantor Mas Sigit,’’ ungkap lelaki yang usianya sudah kepala enam tersebut.
 Dia kemudian disuruh membawa bus khusus buat PSSI Garuda. Kebetulan, Sigit merupakan bos proyek tim yang ditangani pelatih Brasil Barbatana.
‘’Saya mengikutinya hingga 1989. Setelah Garuda I bubar, saya disuruh tetap di Garuda tapi yang II,’’ tambah Irwan.
 Dia pun bersama tim tersebut hingga 1991 atau saat PSSI berlaga di Pra Olimpiade. Sayang, perjalanan Agung Setyabudi dkk gagal melaju hingga ke Barcelona, hotst Olimpiade 1992.
‘’Akhirnya, saya pegang bus timnas, bukan hanya untuk Garuda,’’ papar lelaki asal Bukittinggi, Sumatera Barat, tersebut.
 Pada 1991 itu pula, dia ikut merasakan manisnya Indonesia menjadi juara SEA Games 1991 yang dilaksanakan di Manila, Filipina. Hasil itu sampai sekarang belum pernah bisa diulangi.
 Namun, di era Nurdin Halid pada 2005, dia sempat memutuskan pensiun sebagai sopir bus timnas. Irwan memilih kembali ke kantor Sigit di Jakarta.
 ‘’Nah, pada 2010 lalu, saya kembali lagi jadi sopir bus timnas. Pak Tri (Goestroro, Sekjen PSSI saat itu) meminta saya kembali,’’ kenang bapak enam anak tersebut.
 Selama hampir 30 tahun menjadi  sopir timnas, dia hampir mengenal penumpangnya. Bahkan, para pemain yang kini telah beralih menjadi pelatih pun tetap menghormatinya.
 ‘’Saat Nil (Maizar) jadi pelatih nasional, kali pertama bertemu dia mencium tangan saya. Semua orang langsung kaget melihatnya,’’ ungkap Irwan.
 Menurutnya, Nil sangat akrab dengan dirinya sejak di PSSI Garuda II. Kebetulan, keduanya sama-sama berasal dari Ranah Minang, julukan Sumetara Barat.
 ‘’Dia sudah seperti anak sendiri. Semua pemain nasional yang saya sopiri, baik semua,’’ lanjutnya.
 Dari menjadi sopir bus timnas, dia mampu mengentas keenam anaknya. Bahkan, salah satunya pernah menjadi wartawan di DPR RI.
 ‘’Sebenarnya, saya sudah pensiun. Tapi, kalau timnas masih membutuhkan, saya tak bisa menolak,’’ pungkas dia. (*)

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com