www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Rabu, 30 Juli 2014

Tak Pernah Lupa dengan Barmen

Jacksen (kanan), Abdul Muis, M. Barmen, M. Jamil, dan Rizal.

JACKSEN F. Tiago sudah menjadi pelatih papan atas Indonesia. Namun, dia tak pernah lupa dengan masa lalunya saat memulai karir menjadi arsitek tim.
 Setelah pensiun pada 2001, setahun kemudian, Jacksen dipercaya menangani Assyabaab, klub internal Persebaya Surabaya. Klub binaan M. Barmen tersebut sukses diantarkan lelaki asal Brasil yang kini berusia 46 tahun tersebut  menjadi juara.
 Setelah itu, karirnya sebagai pelatih tak kalah menterengnya dibandingkan saat jadi pemain. Saat jadi pemain, bapak tiga anak tersebut mampu membawa Persebaya Surabaya menjadi juara Liga Indonesia 1996/1997 juara. Gelar itu dilengkapi dengan menjadi top scorer (pencetak gol terbanyak).
Namun, ketika menjadi pelatih, Green Force, julukan Persebaya, juga mampu diantarkannya mengoleksi trofi Liga Indonesia di musim 2003 dan 2004. Bedanya, di musim 2003, Persebaya juara Divisi I dan kembali ke Divisi Utama yang saat itu masih menjadi kasta tertinggi di orbit sepak bola tanah air. Setahun kemudian, barulah tim pujaan Bonekmania tersebut menjadi juara Divisi Utama.
 Kesuksesan itu diulangi di Persipura Jayapura.Tak tanggung-tanggung, tiga kali Mutiara Hitam dipolesnya menjadi juara Indonesia Super League (ISL) yakni pada 2008/2009, 2010-2011, dan 2012/2013. Selain itu, Persipura juga naik ke podium terhormat dalam Community Shield 2009 serta Inter Island 2011.
 Nah, semua gelimang gelar itu tetap membuat Jacksen sadar. Semua itu dimulainya dari Assyabaab.
 ‘’Hampir setiap ke Surabaya, saya pasti ke rumah Pak Barmen. Apalagi, ini masih suasana Lebaran,’’ kata Jacksen saat bertemu di rumah Barmen di kawasan Ampel, Surabaya.
 Menariknya, karena masih suasana Lebaran, Jacksen pun mengenakan pakaian koko warna putih. Meski agak sesak, namun lelaki yang juga sempat menangani Persitara Jakarta Utara tersebut seperti warga Ampel yang mayoritas muslim.
 Pertemuan Jacksen dan Barmen pun berlangsung lama. Selain penulis, ada juga mantan wartawan M. Jamil. Selain itu, hadir pula wartawan senior Abdul Muis bersama putra dan kerabatnya. Hanya, mereka pulang lebih dulu karena ada keperluan.
 Setelah pertemuan, Jacksen pamit untuk berkemas-kemas di Bandara Juanda. Sorenya dia harus terbang ke Jayapura untuk kembali ke rutinitasnya menangani Boaz Solossa dkk. (*)

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com