www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Kamis, 14 Agustus 2014

Ketemu Pemilik Klub Premier League

KAYA: Tony Fernades (foto: sidiq)

PERGI ke London, Inggris, tak pernah terbayangkan. Meski ke Eropa, sudah dua kali saya lakukan. Yakni saat meliput Piala Eropa 2008 yang hampir 40 hari serta tugas ke Assen, Belanda, pada 2011.
 Sebenarnya, saya datang ke negeri yang terkenal dengan jam raksasa, Big Ben, tersebut untuk menghadiri acara maskapai penerbangan AirAsia yang memperoleh penghargaan sebagai Maskapai dengan Biaya Terhemat dari Skytrax. Namun, di sela-sela acara tersebut, saya punya bisa bertemu dengan pemilik AirAsia Tony Fernandes di Farnborough, London, pada 16 Juli 2014.
 Saya pun punya kesempatan melakukan wawancara dengan lelaki asal Malaysia yang memperoleh gelar kebangsaan dari negaranya tersebut.
Dalam hati, saya memuji bagaimana dia membangun kerajaan bisnisnya. Salah satunya, Tony mempunyai saham mayoritas di klub yang sekarang berlaga di English Premier League, Queens Park Rangers. Tony pun juga punya strategi yang membuat QPR tak perlu menghambur-hamburkan uang kepada klub dengan kostum kebesaran garis-garis tersebut.
''Musim ini, bertahan sudah bagus. Persaingan EPL sangat ketat,'' terang Tony.
 Dia pun optimistis target tersebut bakal terealisasi. Apalagi, QPR ditangani ditangani sosok manajer senior di kancah EPL Harry Redknapp.
 ''Saya percaya betul sama Harry. Dia sosok yang pengalaman,'' ungkap Tony.
 Selain itu, materi tim yang pernah datang ke Surabaya dalam tur Asianya dua tahun lalu tersebut juga disokong materi pemain yang bukan kelas ayam sayur. Di bawah mistar ada kiper timmas Brasil Julio Cesar dan mantan penjaga gawang timnas Inggris Robert Green. Di lini belakang, kehadiran pemain senior yang lama malang melintang di klub raksasa Manchester United, Rio Ferdinand, sangat membantu QPR musim ini dari serangan bergelombang lawan.
 Di tengah, kecepatan Shaun Wright-Phillips bakal membuat lawan tak boleh lengah. Belum lagi di lini depan, QPR punya dua penyerang maut, Bobby Zamora dan Charlie Austin.
Meski tak begitu lama, namun bertemu dan berbincang dengan Tony sungguh sangat berkesan. Selain itu, penulis pun mendapat undangan mengikuti sesi latihan QPR pada Jumat (18/7/2014). Ini setelah penulis ingin datang ke training camp klub tersebut.
 Tony pun dengan antusias mengizinkan datang. Lelaki yang juga tinggal di London tersebut pun meminta stafnya untuk mengurus keperluan kami datang ke tempat latihan klubnya yang lokasinya tak jauh dari Bandara Heathrow, London.   (*)

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com