www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Sabtu, 16 Agustus 2014

Momong Cucu dan Urus Masjid

Imam Supardi (foto: sidiq)

ANDA tahu Imam Supardi? Bagi penggila bola di Gresik, Jawa Timur, nama tersebut sangat familiar.
Di era 1990-an hingga 2000-an, Imam selalu melekat dengan klub sepak bola Petrokimia Putra Gresik. Jabatan sebagai manajer pun lama disandang lelali yang kini berusia 57 tahun tersebut.
Sempat merasakan pahitnya pada Liga Indonesia I pada 1994, Imam mencapai kejayaan paa 2002. Kebo Giras dibawanya menjadi juara.
Pada 1994, Petro, begitu Petrokimia Putra Gresik disebut, sebagai juara tanpa mahkota. Gol penyerang asingnya asal Brasil Jacksen F.Tiago dianulir. Maung Bandung,julukan Persib, pun akhirnya menjadi juara lewat gol Sutiono Lamso pada menit ke-76.
Namun, delapan tahun kemudian, Petro akhirnya merasakan manisnya menjadi pemenang Liga Indonesia. Pada pertandingan yang dilaksanakan 8 Juli 2002 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada  tim yang saat itu dipoles Sergei Dubrovin asal Moldova itu menang 2-1 atas Persita Tangerang.
 Petro sempat tertinggal lebih dulu melalui Ilham Jayakesuma pada menit pertama. Tapi, di babak kedua, Petro mampu menyamakan kedudukan melalui pemain asingnya asal Liberia Samuel Chebli di menit ke-76.  Pemain Kamerun Yao Eloi menjadi penentu Petro menjadi juara lewat golnya di masa injury time.
 Nama Imam pun ikut melesat. Namun, setahun kemudian, perjalanan tim dengan warna khas kuning  itu merosot drastis.
 Petro harus rela turun ke Divisi 1. Namun, Imam juga pula yang mengangkat Petro yang sudah berganti nama menjadi Persegres ke ISL (Indonesia Super League) pada musim 2011. Saat ini, ISL menjadi level tertinggi di pentas sepak bola Indonesia.
"Saya dimintai tolong Bupati Sambari untuk membantu Persegres," kata Imam saat ditemui di rumahnya pada 9  Agustus 2014.
 Saat menjadi manajer Persegres, dia sudah pensiun sebagai karyawan Petrokimia Gresik yang menjadi induk Petrokimia Putra. Selain itu, Persegres merupakan reinkarnasi dari Petrokimia Putra.
 Petro sempat mundur dari sepak bola profesional pada 2006. Namun, warga Kota Pudak, julukan Gresik, tak terima. Hingga akhirnya, Petro Putra berubah menjadi Gresik United sebelum berganti lagi menjadi Persegres.
"Habis itu saya sudah tak aktif lagi. Tiap bertemu Sambari, dia selalu bilang tolong Pak Imam dibantu," tambah Imam yang juga pernah menjadi manajer klub internal Persebaya, Suryanaga, itu.
Namun, ucapan orang nomor satu di jajaran Pemkab Gresik itu tak pernah direalisasikan dengan surat resmi. Kini, aktivitasnya hanya momong cucu dan mengurus masjid yang tak jauh dari rumahnya yang berada di kawasan Jalan Kartini Gresik. (*)

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com