www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Rabu, 24 September 2014

Bukan Dibayar untuk Dipinjam Lisensinya

MONCER: Hartono Ruslan (foto:sidiq)

SRIWIJAYA FC menjadi juara Indonesia Super League (ISL) musim 2011-2012. Orang pun lebih mengenal Kashartadi sebagai pelatihnya.
 Namun, sebenarnya bukan dia yang duduk sebagai arsitek kepala tim. Ya, Hartono Ruslan-lah yang tercatat sebagai pelatih kepala tim asal Palembang, Sumatera Selatan.
 ‘’Memang, sayalah pelatih kepalanya dan Kashartadi sebagai asisten kepala. Namun, itu bukan masalah bagi saya,’’ jelas Hartono saat ditemui di rumahnya di kawasan Banyuanyar, Banjarsari, Solo, pada Sabtu malam (19/9).
 Dia pun merasa tak dilangkahi oleh Kashartadi, Dia selalu konsultasi dengana saya dalam setiap membuat program latihan,’’ terang lelaki yang kini berusia 54 tahun tersebut.
 Selain itu, si Kijang, julukan Kashartadi saat masih aktif sebagai pemain juga bukan orang asing baginya. Lelaki yang menjadi bagian dari timnas Indonesia saat meraih emas cabang olahraga sepak bola SEA Games 1991 itu pernah ditangani Hartono saat membela Arseto Solo 1992-1994 dan 1997-1998.
 Status sebagai pelatih kepala namun lebih banyak berada di belakang layar bukan kali pertama dilakoni Hartono. Sebelumnya, dia melalukannya di Persela Lamongan dan Perseman Manokwari.
 Di dua klub itu, Hartono berpartner dengan Djoko Susilo. Pertama di Persela Lamongan pada 2009 serta Perseman setahun berikutnya.
 Di Laskar Joko Tingkir, julukan Persela, tim pesisir utara Pulau Jawa itu mampu diselamatkann dari degradasi. Sayang, capaian itu belum mampu memikat manajemen Persela mengikat kembali Djoko.
 Di bumi Papua bersama Perseman, Hartono dan Djoko membuat Perseman bisa berada di papan atas. Namun,  itu belum membuat manajemen puas.
 Menjelang akhir kompetisi, Djoko diberhentikan. Hartono pun sempat mendapat tawaran untuk menjadi pelatih kepala menggantikan sahabatnya itu.
 ‘’Namun, saya pilih ikut mundur. Saya yang mengajak Djoko, jadi saat Djoko diputus kontrak, saya memilih mundur sebagai solidaritas,’’ ucap Hartono.
 Di saat menganggur, Kashartadi mendatangi rumahnya pada 2011. Hartono diajak berduet dengannya di Sriwijaya FC. Duet ini mampu meracik strategi yang membuat klub itu mengangkat trofi terhormat.
 Sayang, setahun kemudian, Kashartadi diberhentikan di tengah jalan. Lagi-lagi, Hartono menunjukan kesetiaannya. Dia menolak menangani sendiri Sriwijaya.
 Pada musim 2014, kejadian serupa terulang. Kali ini, Aris Budi Sulistyo yang datang kepadanya.
 Hartono diminta Aris menemaninya menangani Persik Kediri, Jawa Timur. Lisensi yang dimiliki lelaki asal Malang, Jawa Timur,  itu mendapat landasan utama.
 Lisensi Aris belum bisa untuk menempatkan dirinya menjadi pelatih kepala. Hanya, dibandingkan di Persela, Perseman, dan Sriwijaya, kondisinya berbeda.
 ‘’Saya nggak pernah diajak diskusi bareng membuat program. Aris jalan sendiri dan saya di lapangan ya melihat saja,’’ ungkap Hartono.
 Di tangan Aris, Macan Putih, julukan Persik, babak belur. Mereka tak pernah menang dalam beberapa pertandingan. Imbasnya, mantan bek Mataram Indocement, Arseto Solo, dan Arema Malang serta Persik itu pun dipecat.
 ‘’Namun, yang dipecat hanya Aris dan pelatih kiper Sukrian. Saya tak ikut Aris karena saya memang tak pernah diajak membuat program. Kalau saya dilibatkan, saya pasti juga ikut mundur,’’ ujar Hartono.
 Apalagi, salah satu pengurus Persik mendatangi Hartono. Dia meminta agar lelaki yang juga beberapa kali membela Liga Selection itu menularkan ilmu.
 ‘’Pengurus itu bilang, saya dibayar bukan untuk dipinjam lisensinya. Tapi, saya dibayar untuk melatih,’’ papar dia.
 Statemen itu pun membuat Hartono tertantang. Akhirnya, dia bersama dua asisten, Musikan dan Dwi Prio Utomo, duduk satu meja untuk membahas program menyelamatkan Persik dari degradasi.
‘’Saya tetap di belakang.Namun, program saya yang membuatkan,’’ terang Hartono.
 Hasilnya, luar biasa. Persik mampu memetik kemenangan, bukan hanya di kandang tapi juga tandang. Imbasnya, hingga akhir musim, Macan Putih tetap berada di ISL. (*)

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com