www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Selasa, 30 September 2014

Gaji Tersendat, Pilih Jualan Ikan

DAGANG: Dwi Adi ''Badut" Nugrahanta


POSTURNYA tak banyak berubah. Hanya ada sedikit lemak dan kulitnya agak menghitam.
Memang, sosok ini belum pernah mendapat kepercayaan masuk tim nasional Indonesia. Namun,selama hampir 16 tahun, dia tercatat sebagai salah satu kiper yang berlaga di kancah sepak bola Indonesia.
Dia adalah Dwi Adi Nugrahanta. Lelaki kelahiran Salatiga, Jawa Tengah, pada  1978  ini hampir selalu berlaga di level atas kompetisi sepak bola di tanah air.
"Saya masuk Arseto pada 1997. Jadi hanya dua musim membela klub itu," jelas kiper yang akrab disapa Badut itu.
Dia, jelasnya, direkrut dari klub internal Persis Solo, ASMI. Nama klub itu juga merupakan tempat Dwi menuntut ilmu.
Setelah Arseto bubar pada 1998, petualangan kakak kiper PSIS Semarang Catur itu dimulai. Persijap Jepara dibelanya sejak 1998.
"Hampir lima musim saya bergabung di Persijap. Setelah itu, 2005-2007, saya ke PSS Sleman," papar Dwi.
Persibo Bojonegoro menjadi klub di luar Jawa Timur pertama yang diperkuatnya. Pada 2009, Dwi punya pengalaman memperkuat tim luar Jawa, Persih Tembilahan.
"Pada 2010-2011, saya kembali ke Solo dengan menjadi kiper Persis di ajang IPL (Indonesian Premier League)."
Menjelang akhir karir,Dwi Adi kembali ke Laskar Angling Dharma,julukan Persibo. Karena gaji yang terbayar, dia pun akhirnya memutuskan pensiun.
"Saya lebih baik bisnis jual ikan segar aja. Pendapatannya pasti buat anak dan istri," ungkap lelaki yang kini mempunyai tiga anak perempuan itu. (*)

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com