www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Sabtu, 06 September 2014

Ludruk, Sepak Bola Putri, dan Srimulat

KOMPLET: Marem Trisnani (foto:sidiq)

APA hubungannya ludruk dan sepak bola. Jawabannya tentu tidak ada.
Kalau ludruk di bawa ke lapangan hijau, sepak bola bakal sudah bisa ditebak ceritanya sebelum pertandingan. Sebaliknya, kalau sepak bola di bawa ke atas panggung, tak ada tawa di sela-sela cerita.
Tapi, semua itu mampu dipadukan dengan baik oleh Marem Trisnani. Perempuan yang usianya sudah 44 tahun tersebut sejak 1990 sudah sukses menekuni ludruk dan sepak bola.
Semua itu tak lepas dari darah yang mengalir dari bapaknya. Lelaki asal Balongbendo, Sidoarjo, tersebut merupakan pesepak bola tersohor di kampung halamannya.
"Hanya saat itu belum ada Persida. Jadi bapak jadi pesepak bola kampung," terang Marem, perempuan yang kini menjadi asisten pelatih Persida Putri itu.
  Seringnya melihat ayahnya bermain sepak bola pun membuat Marem muda kepincut. Dia pun rela meninggalkan olahraga awalnya, atletik, untuk menekuni bola sepak.
"Saya harus ke Tambaksari, Surabaya, untuk bergabung dengan Putri  Gelora. Di klub itu, kemampuan saya terasah," ungkap Marem.
Semula, posisi yang ditempatinya adalah penyerang. Namun, seiring usia yang terus bertambah, Marem berubah-ubah posisi.
"Dari penyerang ke gelandang, akhirnya menjadi libero. Sampai sekarang kalau main, saya jadi libero," tambah Marem.
Marem pun hengkang ke kota kelahirannya ketika dibentuk Delta Putri Sidoarjo (Deltris). Bersama klub itu, dia merasakan mewakili Jatim pada 2003.
"Bahkan, seleksi tim nasional sempat saya ikuti pada 2005. Saya tak dimasukan karena usia saya sudah tak muda lagi,35," tambah Marem.
Dari sepak bola putri pula, dia menjadi pegawai di Pemkab Sidoarjoa. Sayang, meski sudah bekerja sejak 2004, statusnya tak pernah beranjak  dari honorer.
Namun, itu tak membuat ibu dua putri, wastyratu Indra Nili Wijaya dan Hanggareksa Indra Nili Wijaya, itu patah semangat. Dia selalu rajin ke tempatnya bekerja di Dinas Pemuda dan Olahraga.
Setelah bertugas di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, kini Marem berkantor di GOR Bulu Tangkis Sulaksana. Hanya, kesibukannya di sepak bola tetap tak bisa ditinggalkan.
Bedanya, kini, statusnya sebagai asisten pelatih mendampingi Muhammad Ikhsan di Persida Putri.
Hanya, sesekali dia meninggalkan kedua statusnya sebagai karyawan Pemkab Sidoarjo dan asisten pelatih Persida Putri. Ke mana? "Ngelawak bersama rombongan Srimulat Surabaya. Bayarannya jauh lebih besar dibandingkan jadi asisten pelatih atau pegawai ," tambahnya sambil tertawa.
Aktivitas melawak itu pun telah membawanya berkeliling ke berbagai kota di Pulau Jawa. Bahkan, Sulawesi dan Kalimantan telah disinggahi.
"Semua itu tetap dari sepak bola," pungkasnya. (*)

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com