www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Kamis, 16 Oktober 2014

Bekas Mes Arseto Itu Sudah Semakin Tertutup

LEBAT:Pintu samping masuk Mes Kadipolo
GEDUNG tua itu mulai tertutup warung-warung di depannya. Bahkan, ada pagar seng yang membuat orang tak bisa masuk.
Semua itu merusak keindahan bangunan yang lebih dikenal sebagai Rumah Sakit Kadipolo. Bangunan yang berada di Jalan Dr Radjiman, Solo, tersebut kali terakhir menjadi mes dari klub legendaris, Arseto Solo.
Bukan hanya tidur, penggawa klub milik keluarga rezim Orde Baru itu juga berlatih di tempat itu. Sebuah lapangan berukuran sekitar 80x90 meter menjadi tempat para pemain bayaran Arseto memeras keringat dan menjalankan instruksi pelatih.
Sekarang, lapangan itu pun masih ada. Hanya, sudah tak terawat seperti saat masih dipakai Arseto.
Jika dulu hamparan rumput hijau bak permadani, kini warnanya sudah berubah menjadi cokelat dan banyak kerikil-kerikil.
Sementara, saat penulis mencoba lewat pintu masuk samping bangunan, banyak tanaman-tanaman liar. Apalagi, saat itu, penulis menyambanginya pada malam hari.
Rumah Sakit Kadipolo atau Mes Arseto ini terlihat seram dan menakutkan. Ini semakin menambah cerita mistis tempat yang dulunya milik pihak Keraton Surakarta itu.
"Dulu, sering terdengar suara anak-anak bermain. Atau juga ada suara kereta dorong yang membawa pasien," kenang Harto Ruslan, mantan pemain yang juga pernah menjadi asisten pelatih Arseto.
Itu, lanjut dia, selalu terjadi pada para penghuni mes. Bahkan, salah satu pemain muda menjelang Arseto bubar pada 1998, Dwi Adi Nugrahanta, punya kisah yang tak kalah menyeramkan. Saat dia mengenang kejadian itu, bulu kuduknya pun berdiri.
"Saya sudah sering dengar cerita-cerita itu, jadi saya pun takut kalau keluar malam," ungkap lelaki berposisi kiper yang akrab disapa Badut itu.
Nah, pada suatu malam, dia pun ingin mandi. Namun, untuk menutup ketakutannya, pintu kamar mandi dibiarkan terbuka.
" Tapi, saat gosok gigi, ada tangan yang memegangi pinggang saya. Saya pun tak berani menoleh dan langsung lari," terang lelaki yang hanya membela Arseto selama dua musim 1997-1998 itu.
Mes Arseto pun pernah menjadi tempat pengambilan gambar acara televisi yang berisikan tempat-tempat yang dianggap dihuni makhluk halus. Ini seolah mempertegas bahwa bangunan itu memang angker. (*)

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com