www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Sabtu, 10 Januari 2015

Banyak Ilmu dari Italia

Mustaqim dan Aji mengapit Zdenek Zeman

KEMAMPUAN Mustaqim sebagai pelatih sudah tak diragukan. Dia dikenal sebagai pelatih yang pandai meracik strategi.
 Salah satu hasil dari tangan dinginnya memoles tim adalah mengantarkan Jawa Timur dua kali menjadi juara PON yakni pada 2000 dan 2004. Saat pesta olahraga empat tahunan itu dilaksanakan di JawaTimur, Mustaqim masih berstatus sebagai asisten pelatih dari (alm) Rusdy Bahalwan.
 Empat tahun kemudian di Sumatera Selatan, bapak tiga anak tersebut naik pangkat menjadi pelatih kepala. Jefri Dwi Hadi dkk diangkatnya menjadi juara.
 Setelah itu, pinangan klub pun bertubi-tubi datang kepadanya. Persela Lamongan kembali meminangnya. Setelah itu,  ada nama Gresik United (sekarang Persegres), Mitra Kukar, PKT Bontang, kembali ke Mitra Kukar, Deltras Sidoarjo, dan Kabupaten Sumbawa Barat pun menambah daftar tim yang ditangani.
 Kini, mulai 2014 lalu, Mustaqim mendapat mandat memoles Timnas U-23. Dia menjadi asisten Aji Santoso.
 Nah, kesempatan menangani Timnas U-23 juga membuat lelaki yang kini tinggal di kawasan Rungkut, Surabaya, itu pun terbang ke beberapa negara.
 Salah satunya ke Italia. Mustaqim pun terkesan selama berada di Negeri Pizza,julukan Italia.
 Apalagi, di sana, dia memperoleh kesempatan mengunjungi beberapa tempat latihan di klub-klub bergengsi seperti AS Roma, Lazio, dan Cagliari.
 ’’Semua yang dibutuhkan untuk membentuk pemain terjun di kompetisi sudah siap. Tempat latihannya sudah komplet,’’ puji Mustaqim.
 Selain itu, para pemain Italia sangat profesional. Mereka tak pernah menganggap enteng lawan. Meski tim yang dihadapi ‘’hanya’’ U-23 dari negeri antah berantah di kancah sepak bola dunia, Indonesia.
 Saat melawan Indonesia, I Lupi (Srigala), julukan AS Roma, pada babak pertama, tampil dengan kekuatan penuh. Sang legenda yang juga kapten AS Roma, Francesco Totti ikut turun ke lapangan. Begitu juga dengan bintang baru klub ibu kota yang berdarah Indonesia, Radja Nainggolan. Merah Putih  pun kalah 1-3 dalam laga uji coba yang dilaksanakan di Stadio Centro I’Italia, Rieti, pada 18 Juli 2014. Tiga hari kemudian (20/7),giliran Lazio yang mengalahkan Timnas U-23 dengan 2-0. Dan kekalahan Indonesia ditutup oleh Cagliari juga dengan 0-2 (23/7).Ketika itu, Cagliari masih dipoles pelatih senior Zdenek Zeman.
 ‘’Banyak sekali yang diperoleh selama di sana,’’ kenang Mustaqim. (*)

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com