www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Rabu, 14 Januari 2015

Belum Mau Jadi WNI

Evando Antonio (foto:sidiq)

POSTURNYA tidak terlalu tinggi untuk pesepak bola profesional. Dia hanya 165 sentimeter.  Kulitnya pun putih. Wajar kalau awalnya banyak yang menyangka pesepak bola tersebut berasal dari Eropa.
 ‘’Saya lahir dan besar di San Paolo, Brasil. Jadi, saya asli Amerika Selatan,’’ kata lelaki yang bernama Evandro Antonio Devilaqua tersebut.
 Meski tergolong kecil, tapi skill dan teknik sepak bola yang dimiliki termasuk jempolan. Akurasi umpannya sangat akurat dan juga mempunyai long pass yang jitu.
 ‘’Saya datang ke Indonesia pada 2006. Saya diajak teman asal Brasil untuk mengikuti seleksi di Mitra Kukar (Kutai Kartanegara),’’ kenang Evandro yang bertemu dengan pinggirlapangan di Lapangan Jenggolo, Sidoarjo.
 Saat itu, terangnya, Naga Mekes, julukan Mitra Kukar, dipoles Ivan Kolev asal Bulgaria. Di antara rekan-rekannya satu tim asal Nova Zaenal.
 Usai dari Mitra Kukar, Evandro pun berpindah-pindah klub. Ada PSPS Pekanbaru, Persih Tembilahan, Deltras Sidoarjo, PS Mojokerto Putra, Persepam Pamekasan, dan PSBI pernah dibelanya.
 Namun, dari semua klub itu, Persih menjadi klub yang paling jauh dibelanya. ‘’Perjalanannya sangat jauh. Dari Pekanbaru (ibu kota provinsi Riau) melakukan perjalanan darat bisa sampai 5-6 jam,’’ ungkap Evando yang berposisi sebagai gelandang tersebut.
 Hanya, di Sidoarjo yang mampu membuatnya betah. Seorang wanita Kota Udang, julukan Sidoarjo, membuatnya terpikat. ‘’Saya sudah punya anak satu. Kami tinggal di sebuah perumahan di Kecamatan Buduran,’’ tambah Evandro.
 Meski sudah mempersunting gadis Indonesia, tapi Evandro belum berniat menjadi warga negara Indonesia (WNI).Resikonya,dia harus sering ke Singapura untuk menurus surat keimigrasiannya. (*)

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com