www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Jumat, 16 Januari 2015

Dari Pencak Silat Tembus Persebaya

KARIR: Nugroho bersama putrinya (foto:sidiq)

BERTAHAN lima musim di satu klub bukan hal yang mudah. Apalagi, persaingan di kompetisi elite sangat ketat.
 Namun, itu pernah dilakukan Nugroho Mardiyanto. Dari 2005-2010, lelaki asal Sepanjang, Sidoarjo, tersebut berkostum Persebaya Surabaya, klub besar di pentas sepak bola Indonesia.
 ‘’Saya masuk saat Persebaya dilatih Jacksen F. Tiago dan merekrut banyak pemain muda,’’ kata Nugroho saat ditemui di kawasan Ngelom, Sepanjang.
 Saat kali pertama masuk Green Force, julukan Persebaya, dia langsung mendapat pengalaman internasional. Nugroho masuk dalam skuad Persebaya yang berlaga dalam kancah Liga Champions Asia.
 Di Persebaya pula, Nugroho memperoleh nama besar. Dia sempat disebut-sebut sebagai stopper muda terbaik Indonesia pada era 2005-2010.
 Padahal, sebenarnya, dia telat saat terjun di olahraga sepak bola. Lelaki 180 sentimeter tersebut memulai karir sepak bolanya saat usianya sudah 13 tahun atau saat menginjak bangku sekolah menengah pertama (SMP).
 ‘’Kecil, saya bermain bola voli. Saya juga ikut pencak silat,’’ kenang lelaki yang kini menjadi bapak dua anak tersebut.
 Kedua olahraga itu pun dilakoni dengan serius. Bahkan di pencak silat, sabuk yang dimiliki sudah tinggi untuk anak seusianya.
 ‘’Karena di SMP olahraganya hanya sepak bola, mau tidak mau saya ya main sepak bola. Lama-lama, jadi suka dengan sepak bola,’’ terang Nugroho.
 Nah, dia pun diajak oleh rekan-rekannya sekolah bergabung dengan sekolah sepak bola yang tak jauh dari rumahnya. Hanya, latihannya tak rutin.
 Saat usianya 14 tahun, Nugroho bergabung dengan dua SSB yakni di Ketegan (Sidoarjo) dan Menanggal (Surabaya). Dia berlatih di Menanggal karena tertarik dengan lapangannya yang bagus.
 ‘’Pas lihat ada lapangan bola kok bagus sekali, saya ingin gabung dengan SSB di Menanggal yakni Nanggala. Jadi, saya latihan di dua SSB,’’ papar pemain yang pernah mendapat tawaran bergabung dengan PSM Makassar itu.
 Setahun kemudian, dia diajak oleh tetangganya yang juga mantan bek Persebaya Muharom Rusdiana untuk berlatih di klub senior, Suryanaga. Saat kali pertama masuk, Nugroho hanya jadi pelengkap di klub binaan Michael tersebut.
 Saat itu pada 1999-2000, Suryanaga diisi oleh pemain-pemain yang bakal bermain di Liga Indonesia seperti Suroso (pernah bermain di Persebaya Surabaya,Deltras Sidoarjo, Persela Lamongan, Persik Kediri, dan kini di Arema), Widi Susanto (Persedikab Kabupaten Kediri, Petrokimia Gresik, Persmin Minahasa, dan Mitra Kukar), Hendri  Puji (Persebaya, Petrokimia, Persibo Bojonegoro, dan Persis Solo), serta Jainal Ichwan (Petrokimia, Deltras, Persija Jakarta, Persita Tangerang,dan juga pernah berkostum Timnas Indonesia).
 ‘’Saya hanya ikut pemanasan dan setelah itu jadi penonton. Susah masuk tim karena materi pemain memang bagus-bagus,’’ lanjut Nugroho.
 Namun, ada hikmah di balik itu. Dia banyak menyerap ilmu dari para seniornya itu.
 Nah, itu sangat berguna ketika Nugroho mengikuti seleksi di Persebaya Junior yang bakal berlaga di Liga Remaja. Dengan usianya masih 17 tahun, alumnus SMA YPM Sepanjang tersebut masuk tim.
 ‘’Dua musim saya bermain di Liga Remaja. Pada 2002, saya juara dan setahun kemudian menempati posisi III. Saat juara, saya masih cadangan,’’ ungkap Nugroho.
 Usai melepas masa remaja, Nugroho mendapat kesempatan membela Surabaya Muda. Aksinya saat bertanding mendapat pantauan pelatih Persebaya ketika itu, Jacksen F. Tiago. Gerbang masuk senior pun terbuka baginya.
 ‘’Saya masuk dalam tim ketika menjuarai Divisi I pada 2006. Pelatihnya Freddy Muli,’’ tambahnya.
 Namun, pada 2010,kebersamaan Nugroho dengan Persebaya berakhir. Pelatih Aji Santoso tak cocok dengannya.
 Setelah itu, petualangannya bersama beberapa klub dimulai. PSBI Blitar, PS Mojokerto, dan Persebo Bondowoso pernah dibelanya.
 ‘’Namun, yang paling berkesan ya bersama Persebaya. Banyak yang saya dapat, mulai dari nama yang dikenal hingga materi,’’ pungkas Nugroho. (*)

Sekilas Tentang
Nama: Nugroho Mardiyanto
 Lahir: Sidoarjo, 15 Maret 1984
Tinggi: 180 sentimeter
Posisi: Stopper
Karir:
2002-2003: Persebaya Junior
2004-2005: Surabaya Muda
2005-2010: Persebaya
2010-2011: PSBI Blitar
2011-2012: PS Mojokerto Putra
2012-2013: Persebaya
2013-2014: PS Mojokerto Putra

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com