www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Rabu, 14 Januari 2015

Jacksen Serasa di Kampung Halaman

WARNA BRASIL: Jacksen (kiri) bersama Hilton, Beto, dan Lobo.
PETUALANGAN baru tengah dilakoni Jacksen F. Tiago. Musim ini, dia dipercaya menangani Penang FC, klub Premier League (Divisi Utama, level kedua) Liga Malaysia.
 Meski berada di negara yang baru kali pertama didatangi, baik sebagai pemain maupun pelatih, namun Jacksen tak merasa asing. Bahkan, dia seperti sedang berada di kampung halamannya.
 Alasannya, dari pemain dan pelatih berasal dari Brasil, negara asalnya. Di jajaran pelatih, lelaki 46 tahun tersebut dibantu oleh Amilton da Silva Oliviera serta asisten kiper Jose Alberto Silvestre Quitete. Musim lalu, keduanya juga membantu Jacksen di Persipura Jayapura.
 Di barisan pemain, ada tiga legiun yang berasal dari Negeri Samba, julukan Brasil. Mereka adalah Reinaldo Lobo (belakang), Hilton Moreira (tengah), dan Beto Goncalvez. Menariknya, ketiga pernah merumput di Indonesia. Bahkan, musim lalu Lono masih berkostum Mitra Kutai Kartanegara (Kukar) dan Beto di Arema Indonesia. Sedangkan Hilton dua musim sudah meninggakan Persib Bandung dua tahun lalu.
 ‘’Ketiganya sudah kompak di Penang. Ini menjadi senjata kami untuk mengarungi Premier League,’’ kata Jacksen.
 Konstribusi ketiganya, tambahnya, sudah terliat menjelang kompetisi.Selama  enam kali uji coba, Penang belum pernah menelan kekalahan.
 ‘’Melawan tiga tim super league (level kompetisi tertinggi di Malaysia), kami dua kali draw dan sekali imbang. Sedang melawan tim Premier League, kami dua kali menang dan sekali imbang,’’ ungkap Jacksen.
 Sayang, ujarnya, agenda melakukan uji coba di Indonesia urung dilaksanakan. Semula, ungkapnya,  dia akan membawa anak asuhnya uji kemampuan pada 7 dan 11 Januari.
 ‘’Tapi batal karena bersamaan dengan agenda launching tim.Sehingga, kami hanya bermain di sekitar KL (Kuala Lumpur, red),’’ paparnya.
 Dia optimistis Penang mampu dibawanya menembus Super League. Hanya, dia tetap menekankan Hilton dkk tetap semangat dan tidak cepat puas.
 Jacksen merupakan sosok yang sukses di pentas sepak bola Indonesia.Sebagai pemain, dia mampu mengantarkan Persebaya Surabaya sebagai juara Divisi Utama (saat itu masih menjadi kasta tertinggi sepak bola Indonesia) pada 1996-1997. Itu dilengkapi dengan gelar individu sebagai pencetak gol terbanyak (top scorer).
 Di Green Force, julukan Persebaya, pada 2003, Jacksen mampu mengangkat Persebaya ke Divisi Utama. Setahun kemudian, lelaki kelahiran 28 Mei tersebut mengantarkan tim pujaan Bonek itu meraih titel juara Divisi Utama.
 Polesan tangan dinginnya kembali dirasakan Persipura Jayapura. Selama berada di Bumi Papua (2008-2014), lima gelar sudah disumbangkannya.
 Juara Indonesia Super  League (ISL, kasta tertinggi) dipetik pada 2008-2009, 2010-2011, 2012-2013. Setelah itu, Indonesia Community Shield pada 2009, dan Inter Island Cup 2011.
 Sebelum meninggalkan Persipura, sisa polesannya pun masih manjur. Boaz Solossa mampu menembus final ISL 2013-104 sebelum ditundukkan Persib Bandung.
 Di sela-sela menangani Mutiara Hitam, julukan Persipura, Jacksen juga memoles timnas Indonesia pada 2013. Salah satunya, dia mampu mengalahkan Filipina 2-0 di Solo, Jawa Tengah.
Setahun kemudian di Piala AFF (Federasi Sepak Bola Asia Tenggara), gantian Filipina mempermalukan Indonesia 4-0. Hanya, timnas Indonesia sudah berganti dipoles Alfred Riedl asal Austria. (*) 

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com