www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Sabtu, 10 Januari 2015

Jadi wasit, Bisa Datangi Ujung Indonesia

TENTARA:Solikin (foto:sidiq)

KINI, Solikin berstatus wasit nasional. Kompetisi yang dipimpinnya bukan sudah level elite, Indonesia Super League (ISL).
 ‘’Tapi, saya juga memulainya dari bawah, dari kompetisi internal Persebaya Surabaya. Saya jadi wasit sejak 2002,’’ terang Solikin kepada pinggirlapangan.
 Dia memutuskan menjadi wasit setelah merasa karirnya sebagai pesepak bola sudah merasa mentok. Saat itu, usianya sudah mendekati 30 tahun.
 ‘’Saya dulu pemain PSAD Korem Bhaskara Jaya, Surabaya. Dengan usia  yang semakin tua dan belum juga menjadi pemain terkenal, ya saya memutuskan menjadi wasit saja,’’ kata Solikin.
 Ya, Solikin sendiri merupakan anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI). Dia masuk menjadi pengawal negara sejak dari tamtama.
 ‘’Dari Bandunglah, saya masuk menjadi TNI. Kali pertama bertugas, juga di sana. Saya hapal tentang kota itu,’’ ujar Solikin.
 Nah, karir sepak bolanya pun tersalurkan dengan seringnya mengikuti kejuaraan sepak bola antarbatalion. Itu tetap dilakukannya ketika pindah ke Surabaya pada 1998.
 ‘’Tapi, lama-lama kan tambah tua  juga. Saya hanya ingin jadi wasit, bukan pelatih kalau sudah nggak main bola,’’ papar Solikin.
 Keinginan lelaki yang kini tinggal di sebuah perumahan di Sukodono, Sidoarjo, Jawa Timur, itu pun mendapat dukungan dari atasannya. Dia pun diharapkan mampu membawa nama baik kantor  di luar.
 ‘’Setelah  C3, C2, kemudian pada 2006 saya mendapat kesempatan mengikuti C1 di Bali. Saat itu, Persebaya memberangkatkan banyak wasit,’’ ujar Solikin.
 Hanya, saat itu, dia sudah merasa jenjang karirnya sebagai pengadil lapangan bakal berkutat di tingkat nasional. Alasannya, usianya sudah lewat untuk bisa bisa mengantongi lisensi AFC (Federasi Sepak Bola Asia) ataupun juga FIFA (Federasi Sepak Bola Dunia).
 ‘’Saat di Bali, saya satu angkatan dengan Oki (Dwi Putra asal Bandung). Dia memang oleh instruktur wasit saat kursus sudah diincar jadi wasit internasional,’’ kenang Solikin.
 Setelah mengantongi lisensi nasional, Solikin tak hanya memimpin di wilayah Jawa Timur. Dia merambah ke berbagai provinsi.
 ‘’Bahkan, saat sudah menjadi wasit ISL, dari ujung barat sampai ujung timur Indonesia sudah saya datangi. Kalau enggak jadi wasit, ya belum tentu bisa,’’ ungkap bapak tiga anak tersebut.
 Agar dia bisa eksis menjadi wasit di kompetisi papan atas, Solikin pun harus pintar menjaga kondisi tubuhnya. Selain tentunya dia terus belajar soal perwasitan. (*)

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com