www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Jumat, 20 Februari 2015

Ancang-Ancang Terjun sebagai Pelatih

Uston Nawawi (foto:sidiq)

SEORANG lelaki tengah serius joging di sentel ban luar Gelora Delta,Sidoarjo, Jawa Timur, pada Sabtu pagi. Dengan pakaian oranya yang dikenakan, dia kadang melakukan sprint-sprint.

Bagi insan sepak bola, lelaki itu sudah sangat terkenal. Dia adalah Uston Nawawi.

Badannya pun masih proporsional. Tidak ada timbunan lemak di tubuhnya.

Ya, Uston masih seperti ketika dia menjadi jenderal lapangan tengah Timnas Indonesia di akhir 1990-an dan awal 2000-an. Dia rajin menjaga tubuhnya karena lelaki asal Sukodono, Sidoarjo, tersebut masih aktif sebagai pesepak bola.

Meski, usia Uston sudah tak muda lagi untuk menjadi pemain profesional di lapangan hijau.Tahun ini, usianya sudah menginjak 38 tahun.

Rekan-rekan satu angkatannya pun sudah banyak yang pensiun dan meniti karir sebagai pelatih. Namun, Uston ,musin ini masih bakal berlaga di kompetisi Divisi Utama.

''Saya sudah bergabung dengan Persepam Pamekasan, Madura. Tinggal teken kontrak karena sudah deal harga,'' kata Uston.

 Hanya, dia sudah menyadari posisinya. Uston tak memaksakan diri untuk menjadi starter.

''Dalam beberapa kali uji coba, saya hanya menjadi pelapis. Sudah banyak pemain muda di lini tengah Persepam,'' ungkapnya.

Ya, sebelum-sebelumnya, ban kapten yang otomatis menjadi starter selalu menjadi langganan baginya. Bukan hanya di Persebaya Surabaya, tapi juga Persisam Samarinda (Kalimantan Timur), Persidafon Dafonsoro (Papua), Persegres Gresik (Jawa Timur), hingga Persida Sidorjo (Jawa Timur) selalu mempercainya menjadi penyambung lidah pelatih di lapangan.

''Saya juga sudah mulai belajar menjadi pelatih. Di Persepam menjadi tempat yang tepat untuk itu,'' ujar Uston.

Sosok coach Widodo Cahyono Putra diakuinya merupakan pelatih yang banyak ilmu. Dia menyerap sepak bola modern dari lelaki yang menjadi pencetak gol terindah di Piala Asia 1996 itu.

''Beda dengan pelatih-pelatih lain. Ini bisa menjadi penambah ilmu sepak bola saya,'' ungkap Uston.

Apalagi, dia sudah mengakui bakal pensiun sebagai pemain. Kelanjutkannya, dia akan terjun sebagai pelatih.

''Mungkin memulainya dari asisten dulu. Usia sudah tua ,'' ujarnya sambil tertawa.

Rencananya, dalam waktu dekat, Uston akan mengikuti kursus lisensi C AFC. Dengan bekal itu, dia mengakui akan semakin mantap menjadi arsitek tim. (*)

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com