www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Rabu, 25 Februari 2015

Bukan Petugas Keamanan Biasa

Ali Zaini (foto;sidiq)

POTONGAN rambutnya cepak. Jika tak memakai seragam petugas keamanan, dia pasi dikira polisi atau pun anggota tentara nasional Indonesia (TNI).

Apalagi, posturnya tak gemuk atau banyak timbunan. Lelaki itu bertugas menjaga gerai anjungan tunai mandiri (ATM) sebuah bank milik pemerintah.

Petugas keamanan itu adalah Ali Zaini. Dulunya,dia adalah bek andalan klub besar,Persebaya Surabaya.

''Saya membela Persebaya pada 1989-1992. Masa itu masih masa perserikatan,'' terang Ali.

Posisinya sebagai bek di era itu sempat mengundang decak kagum. Bahkan, pemain kelahiran 1969 tersebut juga produktif menjebol gawang lawan.

Salah satunya golnya yang tercatat di sebuah website data adalah ke gawang PSDS Deli Serdang dalam pertandingan enam Grup A Perserikatan 1991/1992. Donasinya membawa Green Force, julukan Persebaya, menembus semifinal. Sayang, Ali dkk tertahan di semifinal usai dijungkalkan PSMS Medan dengan 4-2 pada 27 Februari 1992.

Pada 1992, Ali hijrah ke klub tetangga, Persegres Gresik. Di Kota Pudak itu, dia bertaan selama dua musim.

''Di sanalah, saya juga merasakan kompetisi Liga Indonesia,'' kenang Ali.

Setelah itu, dia berkelana dari satu klub ke klub yang lain di Jawa Timut mulai Madiun hingga Persem Mojokerto. Meski, sebenarnya, dia masih ingin merasakan kerasnya persaingan di Divisi Utama Liga Indonesia.

''Pernah ada tawaran ke Persiba Balikpapan, tapi keluaga kurang berkenan. Saya mengikuti saja,'' ungkapnya.

Bahkan, Ali pun juga pernah berlaga di kompetisi antarklub anggota Persebaya Surabaya. Itu dilakukannya di akhir karirnya.

''Setelah bekerja, tetap main bola. Hanya, bukan untuk prestasi tapi olahraga,'' paparnya.

Kecintaannya dengan olahraga bola sepak juga tak bisa ditinggalkannya. Dunia kepelatihan pun mulai ditekuni.

Di level senior, Ali memoles Perseka Kalanganyar, Sedati, Sidoarjo. Sementara, di junior, dia menjadi arsitek SSB Jenggolo.

Sebagai pelatih, tangan dinginnya cukup terbukti. Pada 2015, Perseka menjadi juara di Kompetisi Kelas Utama Pengkab PSSI Sidoarjo.

Imbasnya, Ali pun masuk deretan pelatih tim sepak bola Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kabupaten Sidoarjo. Dia menjadi asisten Istiqoh Hadi Susanto serta berpartner dengan pelatih kiper Dedy Siswanto. (*)

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com