www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Selasa, 03 Februari 2015

Cari Klub yang Bisa Ketemu Keluarga

Mat Halil bersama anak dan istri

USIANYA sudah tak muda lagi, 36 tahun. Namun , kecepatan dan teknik yang dimiliki masih belum berkurang.
Dia rajin berlatih agar kelebihan yang dimiliki tidak hilang. Wajar  kalau lelaki bernama Mat Halil ini masih belum mau gantung sepatu.
 Bahkan, Halil, begitu dia disapa, masih ingin berlaga di kompetisi sepak bola Indonesia. Sesuatu yang pernah mengharumkan namanya selama 14 tahun saat dia berkostum Persebaya Surabaya.
 ‘’Ada tawaran dari sebuah klub ISL (Indonesia Super League, kasta tertinggi dalam sepak bola Indonesia). Hanya, masih sebatas lisan.’’ Katanya kepada pinggirlapangan.
 Bahkan, salah satu klub Divisi Utama, Persatu Tuban, sangat serius meminang. Dia pun sudah berada di kota yang sekarang menjadi basis Semen Indonesia tersebut untuk berlatih.
 ‘’Saya tinggal oke dengan tawaran mereka, sudah jadi ke Persatu. Hanya, ada hal yang masih mengganjal,’’ ujar lelaki yang spesialisasi sebagai wing back kiri tersebut.
 Apa itu? Kecintaannya kepada keluarga membuat dia enggan berada jauh. Halil ingin setiap hari bisa bertemu dengan istri, Chusnul Chotimah, dan kedua anaknya,Ikfina Lusiana Bilfauzah-Haikal Akbar, yang tinggal di kawasan Jambangan, Surabaya.
 ‘’Habis latihan kalau ketemu keluarga seperti hilang capeknya. Si kecil juga mash ingin ditungguin,’’ ungkap pemain didikan Sakti, klub internal Persebaya Surabaya, kini Pengcab PSSI Surabaya, tersebut.
 Untuk itu, dia masih ingin kembali ke Persida Sidoarjo, klub yang musim 2014 dibelanya. Laskar Jenggolo, julukan Persida, juga merupakan klub pertama yang dibelanya selain Persebaya.
 ‘’Enaknya kalau main di Persida, bisa pulang-pergi kalau latihan,’’ tambah Halil.
 Sebenarnya, kesetiaan pemilik klub Pengcab PSSI Surabaya El Faza itu kepada Green Force, julukan Persebaya, layak dapat acungan jempol. Sejak junior 1997, dia tak pernah meninggalkan Kota Pahlawan, julukan Surabaya. Juara Divisi I pada 2003, 2006, dan  juara Divisi Utama 2004 (saat itu strata tertinggi Diisi Utama) mampu disumbangkannya kepada Surabaya.
 Bahkan, saat ontran-ontran 2010 yang membuat terpecah, Halil tetap di Persebaya 1927 yang tampil di ajang Indonesian Premier League (IPL). Satu lainya Persebaya di Divisi Utama sehingga dikenal dengan Persebaya DU.
 Sayang, kini pintunya kembali ke Persebaya tampaknya telah tertutup. Meski, kualitas yang dimilikinya tak kalah atau malah masih unggul dibandingkan bek kiri yag dimiliki Green Force sekarang. (*)

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com