www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Sabtu, 21 Februari 2015

Masuk Kantor dan Sore Tetap Isi Absen

ABDI NEGARA: Ibnu Grahan (foto:sidiq)

BERTEMU Ibnu Grahan dengan celana pendak atau training panjang dan kaos sepak bola sudah biasa. Itu dilakukan saat dia berada di lapangan hijau, baik saat aktif sebagai pemain sepak bola atau sesudah memutuskan menjadi pelatih sepak bola.

Tapi, saat bertemu Ibnu dengan celana panjang coklat dan baju kerah coklat menjadi hal langka.Apalagi, ada logo Pemkot Surabaya di lengannya.

''Status saya kan masih pegawai Pemkot Surabaya. Ini pakaian yang harus saya kenakan saat Senin,'' kata Ibnu.

Ya, selain dikenal sebagai arsitek tim, bapak tiga anak-Yohansyah Primaditya, Erliga Danelo Ramadan, Arliga Kanza Al-Ayubi- itu juga menjadi PNS. Dia bertugas Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Pahlawan, julukan Surabaya.

''Saya baru diangkat pada 2010. Sebelumnya, saya lama menjadi pegawai honorer,'' ungkap Ibnu.

Bahkan, dia pun sempat menolak tawaran menjadi abdi negara di sebuah instansi juga milik pemkot Surabaya. Padahal, ketika itu, rekan-rekannya di Green Force, julukan Persebaya, memilih menerima tawaran tersebut.

''Pada 1990-an, saya masih pingin bermain sepak bola. Konsentrasi saya betlatih dan bermain tanpa dibebani pekerjaan,'' ungkap lelaki kelahiran 23 Juli 1967 tersebut.

Namun, saat karir sepak bolanya mulai redup, Ibnu pun kembali ingin bekerja. Hanya, pekerjaan tersebut tetap tak menganggunya untuk berkarir di sepak bola.

''Menjadi honorer menjadi pilihan utama. Tapi, akhirnya status pegawai tetap bisa saya raih,'' ujar suami Wahyu Rina Damayanti.

Sebagai PNS, lelaki yang dikenal sebagai jenderal lapangan tengah itu tetap aktif masuk kantor. Bahkan, saat menjelang pukul 16.00 WIB, dia masuk ke kantor untuk absen.

''Tentunya itu kalau saya nggak pas melatih,'' ujar Ibnu.

Dengan menjadi PNS di kota sendiri, Ibnu pun lebih banyak memoles Persebaya Surabaya. Meski, dia sempat tercatat pernah memoles tim luar seperti PS Kabupaten Sumbawa Barat dan Persela Lamongan U-21.

Kini, dalam Indonesia Super League (ISL) 2015, mantan kapten Persebaya ini kembali dipercaya menjadi nakhoda tim yang pernah dibelanya. Hanya, asa juga tak ringan dibebankan kepada lelaki yang juga pernah berkostum Mitra Surabaya dan Assyabaab Salim Group Surabaya (ASGS).

Publik Surabaya sudah lama rindu juara. Kali terakhir, tim pujaan Bonekmania tersebut menjadi juara di ajang Divisi Utama, yang saat itu masih menjadi kompetisi paling elite pada 2004. (*)

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com