www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Senin, 09 Februari 2015

Rekan Mitra dan Perkesa Melepas Kali Terakhir

JENAZAH Eko Prayogo sudah dikebumikan Senin (9/2) pagi di Kebraon, Surabaya. Namun, masih banyak orang yang tak percaya sosok 54 tahun terebut berpulang.
 ‘’Saya kira ada yang bercanda. Selama ini, saya lihat Eko sehat dan tak ada pernah mendengar dia sakit,’’ kata Hanafing, salah satu sahabat Eko.
 Baginya, lelaki tinggi besar tersebut merupakan sosok yang mencurahkan hidupnya total untuk sepak bola. Semasa muda, Eko, jelasnya, merupakan pemain yang berkostum Perkesa 78 dan berubah nama menjadi Perkesa Mataram saat pindah ke Jogjakarta.
 Hanafing bersama Eko satu tim di Mitra Surabaya pada 1989. Dia pun sempat mendapat tawaran yang sama dengan Eko untuk bekerja di media.
 ‘’Hanya, saya masih ingin terus di sepak bola. Menjadi pelatih tetap menjadi pilihan utama,’’ ungkap lelaki yang menjadi bagian timnas Indonesia saat menjadi juara SEA Games 1991.
 Namun, dia tetap berhubungan baik dengan Eko. Kolaborasi keduanya membuat klub Mitra Surabaya.
 ‘’Tujuannya untuk pembibitan dan melahirkan pesepak bola muda yang potensi,’’ terang Hanafing.
 Namun, lambat laun, kesibukan menangani berbagai klub membuat dia pun tak bisa menemani Eko. Tanggung jawab penuh pun diberikan kepada bapak tiga anak tersebut.
 ‘’Terakhir-terakhir malah sudah sangat jarang ketemu. Terus pada Minggu siang ada kabar dia meninggal,’’ ujarnya.
 Selain Hanafing, rekan-rekan pun menyempatkan mendatangi rumah Eko. Dari rekan-rekannya di Perkesa terlihat Nus Yadera dan Freddy Muli. Ada juga pasangan terakhirnya di sepak bola, Mursyid Effendi.
 Mereka ingin melepas Eko untuk kali terakhir. Sosok yang susah dicari di era sekarang. (*) 

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com