www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Senin, 09 Februari 2015

Selamat Jalan Pak Eko

BIKIN KAGET: Eko Prayogo (kanan belakang)
SEBUAH profile (PP) milik seorang kawan membuat penasaran. DI PP itu terpasang sosok Eko Prayono bersama anak asuhnya usai menjalani rafting.
 Tak biasanya dia memasang foto lelaki yang berprofesi sebagai pelatih. Tak lama berselang, sebuah kiriman masuk ke smartphone.
 Sebuah kabar mengejutkan membuat detak jantung serasa berhenti. Isinya, Eko Prayogo baru saja berpulang pada Minggu (8/2) pukul 12.30.
  Tak terasa air mata menetes. Penulis seakan tak percaya sosok Eko telah berpulang memenuni panggilan-Nya.
 Segunung penyesalan ada di dada. Seharusnya, pekan lalu, penulis menjenguk Eko. Namun, itu urung dilaksanakan setelah ada kabar mantan palang pintu Perkesa 78 dan Perkesa Mataram tersebut sudah pulang ke rumah dengan kondisi sehat.
  Harapannya, lelaki yang tahun ini berumur 54 tahun tersebut bisa bertemu dalam sebuah latihan sepak bola yang rutin disambanginya setiap Selasa pagi di sebuah lapangan yang masuk wilayah Bungurasi, Sidoarjo.
  Nasi telah menjadi bubur. Ternyata, Jumat malam (6/2), Eko kembali masuk rumah sakit karena kondisinya memburuk. Sabtu malam, dia mulai tak sadarkan diri. Hingga akhirnya pada Minggu siang, maut telah menjemput.
  Air mata menetes saat mengenang bersama lelaki yang hidupnya hanya untuk sepak bola tersebut. Sejak kenal pada 2001, Eko sudah mengajak penulis untuk berlatih sepak bola.
  Ini akhirnya menjadi rutinitas yang dilakukan hingga sekarang. Eko pun juga rajin mengajak pergi melihat sepak bola di beberapa kota.
  Yang membuat kesedihan semakin mendalam, Eko dulu sering ke rumah. Hanya untuk bercerita tentang sepak bola dan Mitra-nya. Mitra merupakan klub yang sampai meninggal dikelola dan menjadi kebanggaannya.
  Hanya, sejak  menangani tim sepak bola PON Remaja Jatim 2014, rutinitas bersua dengan bapak tiga anak tersebut jauh berkurang. Tiap Selasa, Eko juga sudah izin absen lama.
  Alasannya, dia ingin 100 persen konsentrasi memoles PON Remaja bersama legenda Persebaya Mursyid Effendi. Hasilnya memang membanggakan, Jatim meraih emas di pesta olahraga buat remaja di bawah 17 tahun tersebut. Sejak babak penyisihan hingga final, tim polesan Eko-Mursyid tersebut tak pernah kalah.
  Tiga pekan lalu, penulis bertemu dengan Eko. Itu terjadi ketika Eko menggelar acara perpisahannya sebagai karyawan Jawa Pos.
  Sempat terjadi percakapan sebentar. Hingga akhirnya, sebuah pesan pada Minggu lalu membuat air mata tumpah. (*) 

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com