www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Selasa, 31 Maret 2015

Apa Yang Sudah Kau Berikan Paulo

Paolo Sitanggang
PAULO Sitanggang masih muda usia. Tahun ini, dia baru lepas 19 tahun.

Statusnya memang boleh mentereng. Dia menjadi salah satu elemen saat tim sepak bola Indonesia menjadi juara Piala AFF (Federasi Sepak Bola Asia Tenggara) pada 2013 lalu.  Pemain asli Sumatera Utara (Sumut) itu juga menjadi bagian saat Indonesia menembus putaran final Piala Asia 2014.

Tapi, itu semua juga tak membuat dia bisa dicap tak nasionalis. Bisa jadi, baginya menjadi pemain nasional kelompok umur sudah membuatnya sudah menjadi pahlawan bangsa.

Sampai-sampai, Paulo menjadi satu-satunya pemain yang bibirnya tak bergerak saat lagu Indonesia Raya dikumandangkan sebelum Garuda Muda, julukan Timnas U-22, menghadapi Korea Selatan (Korsel) dalam penyisihan Grup G Babak Kualifikasi Piala Asia U-23 sekaligus langkah awal menembus Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Laga itu dilaksanakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Selasa petang (31/3).

Padahal, semua rekan-rekannya kompak menyanyikan lagu kebangsaan ciptaan Wage Rudolf Supratman tersebut. Bahkan, di bench, semua ofisial menyakikan Indonesia Raya dengan penuh semangat.

Paulo hanya memegangi dadanya. Itu bukan sebuah bentuk nasionalisme. Ratusan ribu atau malah jutaan pasang mata menyaksikan Paulo yang tak bernyanyi.

Ini kontras dengan  sehari sebelumnya (30/3). Bio Pauline yang baru saja dinaturalisasi menjadi warga negara Indonesia (WNI) dengan semangat menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum laga Timnas Indonesia Senior melawan Myanmar dalam laga uji coba di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo.

Sebenarnya, bukan hanya Bio, dua pemain naturalisasi lainnya, Victor Igbonefo dan Raphael Maithimo juga khidmat menyanyi. Tangannya tetap di dada. Namun, mulutnya tetap terbuka untuk menyanyikan lagu kebanggaan ratuan juta rakyat Indonesia tersebut. (*)

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com