www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Sabtu, 21 Maret 2015

Hidup dari Menyewakan, Rumput Liar Tumbuh Subur

KOKOH: Stadion kandang Persekabpas (foto:sidiq)

Persekabpas Kabupaten Pasuruan pernah disegani. Posisi papan atas sudah menjadi langganan. Stadion Pogar pun selalu dijubeli suporter. Bagaimana kondisinya kini?



JALAN menuju Stadion R. Soedrasono belum berubah. Dari jalan utama ke Kabupaten Pasuruan, sampai di kawasan Beji sebuan papan menunjukkan stadion yang lebih dikenal dengan nama Stadion Pogar tersebut.

Jalan masuknya pun hanya bisa dilewati dua mobil atau satu bus besar. Bahkan, saat Persekabpas di masa jayanya, butuh petugas kepolisian untuk bisa membawa bus tamu masuk ke depan stadion karena padatnya parkir sepeda motor dan berjubelnya suporter yang hendak masuk ke stadion.

Saat sampai di depan stadion, kondisinya tak banyak berubah saat penulis datang ke tempat tersebut pada Sabtu pagi (21/3/2015). Beberapa sepeda motor sudah dipakir rapi di depan stadion.

Mereka ingin menyaksikan tim pujaannya, Persekabpas, yang akan melakukan uji coba dengan satu tim asal Sidoarjo. Sebuah pintu masuk ukuran 2 meter dengan tinggi juga 2 meter akan membawa masuk.

Di ruangan ada di kanan kiri. Kondisinya masih lumayan terawat. Toiletnya juga bersih.

Dari jauh, papan skor berwarna hijau terlihat kokoh. Sekilas, kondisinya hampir sama saat tempat tersebut penuh sesak oleh suporter yang mendukung Persekabpas Kabupaten Pasuruan di era 2002-2010. Lapangannya pun datar dengan rumput yang rapi habis dipotong.

Namun, kalau lebih jeli, di depan semua tribun, rumput liar tumbuh subur.Tingginya sekitar 1 meter.

''Biaya perawatannya sedikit sekali. Kami hidup dari menyewakan stadion ini buat pertandingan-pertandingan tidak resmi,'' ungkap salah satu lelaki yang biasa berada di Stadion Pogar.

Uang yang besarannya sekitar Rp 150 ribu tersebut habis dibagi bersama dua rekannya yang lain. Namun, dia mengaku tetap tak melupakan merawat lapangan.

Sedangkan dinding-dinding tembok tersebut sudah banyak yang mengelupas. Anggaran yang menurutnya pernah ratusan juta, hanya dipakai untuk mengecat dua blok stadion.

''Tapi, sekarang juga sudah mengelupas. Nggak tahu dananya ke mana saja,'' ujarnya.

Dia pun mengakui hilangnya Persekabpas dari orbit papan atas sepak bola nasional juga memberikan pengaruh kepada kondisi stadion. Dulu saat Laskar Sakera, julukan Persekabpas, berjaya, kondisi stadion sangat terawat. Bukan hanya lapangan, tribun dan pagar pembatas pun indah ditonton. (*)

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com