www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Selasa, 24 Maret 2015

Kenapa Masih Percaya Pemain Naturalisasi

ASING:Christian Gonzales

NATURALISASI kembali terjadi di Tim Nasional (Timnas) Indonesia. Bio Pauline akan menyusul rekan-rekannya di Pasukan Garuda yang tengah menjalani pemusatan latihan di Sidoarjo.
--

KABAR Bio Paulin menjadi pemain Timnas Indonesia sudah santer terdengar. Bahkan, pemain belakang Persipura Jayapura tersebut sudah siap memakai kostum garuda di dada dalam laga uji coba melawan Myanmar di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, pada Senin (30/3/2015).

Ini setelah lelaki kelahiran Kamerun pada 15April 1984 tersebut resmi menjadi warga negara Indoenesia (WNI). Syarat-syarat yang memenuhinya menjadi pindah kewarganegaraan sudah terpenuhu.

Lekaki yang mempunya nama lengkap Bio Pauline Pierre tersebut menjadi pemain kesekian yang dinaturalisasi. Sebelumnya sudah berderet nama-nama yang berpindah kewarganegaraan menjadi WNI. Sebut saja Christian Gonzales yang dulunya warga negara Uruguay.Kemudian ada Irfan Bachdim (Belanda), Sergio van Dijk (Belanda), Kim Kurniawan (Jerman), hingga Victor Ignonefo (Nigeria).

Mereka pun masih sering keluar masuk membela Timnas Indonesia. Tujuannya pun sama, agar prestasi sepak bola Indonesia bisa terangkat.

Hasilnya? Indonesia masih jadi bulan-bulanan negara lain. Jangan di kancah dunia atau Asia, di level Asia pun Pasukan Garuda sudah tak lagi menakutkan.

Fakta teranyar, Gonzales dkk langsung tersingkir di babak penyisihan grup dalam Piala AFF (Federasi Sepak Bola Asia Tenggara) 2014.

Pelatih senior Djoko Susilo pun menganggap naturalisasi bukan sebuah solusi membuat sepak bola Indonesia berjaya. Dia pun menyebut nama-nama pemain naturaliasi yang jika digabungkan sudah menjadi satu tim.

Trio Gonzales, Van Dijk, dan Greg Nwokolo (Nigeria) di depan. Itu ditambah Rafael Maitimo (Belanda), Kim, Bachdim di tengah. Di lini belakang juga ada Igbonefo dan Bio.

Bahkan, dia membandingkannya dengan dua pebulu tangkis Liem Swie King dan Rudy Hartono. Keduanya mampu membuat harum nama Indonesia di kancah dunia dengan gelar juara dunia dan All England-nya.

Jika nasional, ungkap Djoko, tidak dimiliki oleh para pemain hasil naturalisasi. Nasionalismen, terang dia, bukan milik orang lain. Tapi miliki orang yang lahir dan punya darah Indonesia.

Apa yang dilontarkan Djoko, yang kini menukangi tim sepak bola Papua, tersebut tidak salah. Indonesia punya banyak pesepak bola yang kualitasnya di atas para pemain naturalisasi tersebut.

Ada yang salah di persepak bolaan negeri ini. Kompetisi yang bagus dan berkesimbungan menjadi jawaban untuk mengangkat kembali nama Indonesia. Dari sinilah akan lahir talenta-talenta papan atas yang siap mengenakan kostum merah putih.

Bukan dengan naturalisasi. Sudah saatnya, pemain sendiri lebih dipercayai. Darah yang mengalir di tubuh mereka lebih layak dapat kesempatan. (*)

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com