www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Sabtu, 14 Maret 2015

Kini Pangkat Sudah Perwira

BAHU: Muhammad Khusen (foto: sidiq)

POTONGAN rambutnya cepak. Badannya pun kekar.
 Hanya ada sedikit timbunan lemah di tubuhnya. Ini wajar karena lelaki tersebut memang anggota aktif Tentara Nasional Indonesia (TNI).

 ''Sudah tiga minggu tidak aktif di lapangan karena mengikuri pelatihan. Jadi badan agak sedikit melar,'' kata Muhammad Khusen, lelaki yang berambut cepak itu, saat bertemu penulis di Gelora Delta Sidoarjo pada Sabtu sore (14/3).

Hingga dua tahun lalu, dia memang masih berlaga di pentas Kompetisi Divisi Utama dengan membela Persebo Bondowoso. Usia yang sudah tak muda lagi ketika itu, 37, membuat Khusen akhirnya memutuskan gantung sepatu.

''Saya juga harus sekolah perwira. Alhamdulillah, sekarang pangkat saya sudah letnan dua,'' ungkap bapak dua putri tersebut.

Karena kecintaannya kepada sepak bola memang sempat membuat kepangkatannya tersendat. Beberapa rekannya yang dulu pernah akti di olahraga sepak sudah masuk dalam jajaran perwira.

Ya, karir militer dan sepak bola memang tak lepas dari perjalanan Khusen. Memulai karir sepak bola dari PSK Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 1994, Khusen pun mulai masuk militer.

Pada 1997, Khusen pindah ke Surabaya, Jawa Timur. Ini membuat dia pun mulai lebih serius menekuni sepak bola. Apalagi, Angkatan Darat (AD) mempunyai tim sepak bola yang ikut dalam Kompetisi Persebaya Surabaya.

Dari sini, dia mulai dikenal di Kota Pahlawan, julukan Surabaya. Sayang, saat ada panggilan seleksi Green Force, julukan Persebaya, dia harus menjalani tugas ke luar daerah.

''Namun, hanya setahun dan saya kembali ke Sidoarjo yang menjadi tempat saya dinas. Saya pun kembali mengikuti kompetisi dengan membela PSAD,'' ungkap Khusen.

Penampilannya yang lugas pun memikat klub Gelora Putra Delta, nama baru Gelora Dewata yang mulai 200 pindah ke Sidoarjo. Bahkan, menurutnya, bos GPD M. Mislan memintanya bergabung.

''Namun,  kalah cepat dengan Persebaya yang memberi kesempatan saya untuk ikut seleksi dan bergabung Persebaya Selection,'' lanjut dia.

Namun, pada 2004, akhirnya Khusen pun membela Deltras, nama baru GPD. Di klub berjuluk The Lobster tersebut, dia merasakan manis pahit.

''Seharusnya degradasi pun saya ikut. Hingga akhirnya benar-benar degradasi dan promosi lagi,'' ucap Khusen.

Hingga akhirnya pada 2010, Khusen pun meninggalkan klub pujaan Deltamania itu dan bergabung dengan  Persegres Gresik.  Tapi, kecintaannya membuat dia kembali lagi ke Deltras.

''Pada 2012, saya kembali ke Persegres. Setelah itu, saya ke Persebo dan akhirnya tak main lagi hingga sekarang,'' lanjut Khusen.

Dengan status perwira tak membuatnya meninggalkan sepak bola. Oleh kesatuannya, dia dipercaya mengurus sepak bola.

''Jadi tetap berhubungan dengan sepak bola. Tapi, saya sendiri masih ingih turun ke lapangan,'' pungkasnya. (*)

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com