www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com

Minggu, 29 Maret 2015

Menyesal Telat Tekuni Jualan Pakaian Olahraga

BERKEMBANG:Mujiyono di depan stannya berjualan. (foto:sidiq)

Namanya pernah masuk daftar pemain Persebaya Surabaya.  Sentuhan tangan dinginnya pun membawa tim junior disegani di level nasional.
--
DI sekitar Gelora Delta, Sidoarjo, Jawa Timur, banyak pedagang kaki lima memasarkan dagangannya. Mulai dari makanan, mainan, hingga compac disc (CD).

Namun, sebuah stan yang menjual pakaian olahraga tak kalah ramainya. Para pembeli keluar masuk dari tempat yang berukuran 2x2 meter tersebut.

''Kalau Minggu pembelinya lebih ramai dibandingkan hari lainnya. Saya juga baru tiga minggu jualan di Gelora Delta, sebelumnya di Taman Pinang (kawasan di selatan Gelora Delta Sidoarjo),'' kata Mujiyono, sang pemilik stan.

Setiap malam, dia bersama sang istri berjualan di depan loket stadion. Kadang, dua anak perempuannya yang sudah tumbuh remaja ikut menemani jualan.

''Hari ini (29/3/2015), lagi ada kegiatan dan yang satunya capek karena kemarin membantu jualan sampai malam,'' ungkap lelaki 50 tahun tersebut.

Berjualan pakaian olahraga tersebut, terang Mujiyono, baru ditekuninya 2.5 tahun lalu. Ketika itu, sepak bola Indonesia tengah dilanda konflik dualisme.

''Imbasnya, kompetisi internal Persebaya Surabaya juga gairahnya kurang. Saya pun mulai berpikir menekuni bisnis pakaian olahraga,'' ucapnya.

Bagi Mujyono, dunia sepak bola bukan hal yang asing baginya. Di masa mudanya, dia merupakan pemain dari sebuah klub besar, Persebaya Surabaya.

''Saya hampir lima tahun membela Persebaya. Posisi saya sebagai stopper,'' terang lelaki yang dibesarkan klub internal Askot PSS Surabaya, Indonesia Muda (IM), tersebut.

Bahkan, sejak usia 13 tahun, dia sudah berkostum Green Force, julukan Persebaya. Itu dilanjutkan ke jenjang Persebaya Junior.

''Setelah itu, saya dipanggil senior. Itu setelah Harmadi (stopper Persebaya yang kini jadi pelatih Deltras) keluar. Saya kadang inti, kadang juga cadangan,'' papar Mujiyono.

Karirnya bersama tim asal Kota Pahlawan, julukan Persebaya, berakhir sebelum Liga Indonesia berputar perdana pada 1994. Setelah itu, dia lebih banyak tercurah di pekerjaannya di PDAM Kota Surabaya  dan membantu klubnya, IM.

''Namun, setelah itu,saya menangani beberapa tim internal. Mulai dari Fajar, Indomaret, hingga Putra Sanjaya.Alhamdulillah, semuanya promosi ke Kelas Utama (level tertinggi di kompetisi internal Askot PSSI Surabaya),'' lanjut Mujiyono.

Kini, dengan bisnisnya yang mulai lancar, dia mengaku menyesal. Kok bisa? ''Seharusnya dulu-dulu saya jualan pakaian olahraga,'' pungkasnya sambil tertawa. (*)

0 comments:

Posting Komentar

www.pinggirlapangan.com

www.pinggirlapangan.com